Otomotif / Mobil
Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi isi bensin (pixabay)
Baca 10 detik
  • Warga Singapura rutin mengunjungi Johor Bahru, Malaysia, untuk membeli bahan bakar yang jauh lebih murah akibat kenaikan harga energi.
  • Pemerintah Malaysia melarang kendaraan berplat asing membeli bensin RON95 bersubsidi dan memperketat aturan pembayaran di setiap SPBU setempat.
  • Otoritas Singapura menerapkan denda Rp6 juta bagi pengemudi yang keluar negeri dengan kondisi tangki bahan bakar kurang dari tiga perempat.

Suara.com - Harga BBM yang terus melonjak di Singapura membuat banyak warganya memilih menyeberang ke Johor Bahru, Malaysia, untuk membeli bensin yang jauh lebih murah. Fenomena tersebut semakin terlihat dalam beberapa pekan terakhir seiring tekanan harga energi yang masih tinggi.

Seorang warga Singapura bernama Daryl mengaku rutin pergi ke Johor Bahru setiap minggu sejak Februari, bukan hanya untuk membeli kebutuhan rumah tangga tetapi juga untuk mengisi bensin mobil karena selisih harga yang cukup besar.

Melansir laporan Vnexpress, harga RON 95 di Singapura berada di kisaran Rp40.800-Rp41.000 per liter atau naik dari sekitar Rp34.500 per liter pada awal Februari lalu. Sementara RON 98 kini mencapai Rp47.000 per liter dari sebelumnya Rp40.500-Rp40.800 per liter.

Meski harga BBM di Singapura sempat turun setelah beberapa kali naik, posisinya tetap masih jauh lebih tinggi dibanding periode sebelum konflik di Timur Tengah terjadi.

Sementara itu di Malaysia, kendaraan berplat Singapura hanya diperbolehkan membeli bensin jenis RON 97 yang dijual seharga RM5,15 atau sekitar Rp17.900 per liter. Sementara, RON 95 yang disubsidi pemerintah Malaysia hanya boleh dibeli oleh kendaraan berplat Malaysia.

Meski demikian, Daryl mengatakan harga RON 97 tetap jauh lebih murah dibanding RON 92 di Singapura yang saat ini dijual sekitar Rp40.500 per liter.

Namun Daryl mengungkap pembelian bensin murah ini memiliki risiko. Berdasarkan aturan di Singapura, mobil yang akan keluar dari negara tersebut wajib memiliki isi tangki minimal tiga per empat. Bagi yang melanggar bisa dikenai denda sekitar Rp6 juta dan diminta kembali untuk mengisi tangki hingga memenuhi ketentuan.

Data dari GlobalPetrolPrices juga mencatat bahwa Singapura kini menjadi negara dengan harga RON 95 paling mahal di Asia Tenggara, sementara Malaysia berada di posisi paling murah karena mempertahankan kebijakan subsidi.

Perbedaan harga yang cukup jauh inilah yang membuat semakin banyak warga Singapura menyeberang ke Malaysia hanya untuk mengisi bahan bakar.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax di Berbagai Wilayah Indonesia 1 April 2026

“Tanda-tanda panic buying belum ada tapi jumlah warga Singapura yang melintas jelas bertambah,” ujar Tey Tian Hwang, Ketua Asosiasi Usaha Kecil di Johor Baru.

Di sisi lain, di tengah lonjakan kunjungan tersebut, pemerintah Malaysia mulai memperketat aturan pembelian bahan bakar bersubsidi. Mulai pekan ini, larangan pembelian RON 95 oleh kendaraan asing diperluas, termasuk pembatasan penggunaan kartu kredit dan debit luar negeri untuk pembayaran RON 95 di SPBU.

Load More