- Senator Bernie Moreno berencana mengusulkan regulasi ketat bulan ini untuk melarang seluruh produk otomotif China masuk Amerika Serikat.
- Kebijakan tersebut bertujuan melindungi keamanan nasional dari risiko pengumpulan data serta membatasi kemitraan teknologi dengan produsen China.
- Kedutaan Besar China memprotes rencana legislasi tersebut karena dianggap sebagai praktik proteksionisme perdagangan yang melanggar prinsip persaingan adil.
Suara.com - Senator Republik Bernie Moreno membawa kabar mengejutkan bagi industri otomotif global dengan rencana memperkenalkan rancangan undang-undang yang sangat ketat bulan ini. Regulasi tersebut dirancang untuk menutup rapat pasar Amerika Serikat dari segala jenis mobil China termasuk perangkat keras, perangkat lunak, maupun skema kemitraan.
Langkah agresif ini bertujuan memastikan bahwa produsen mobil China tidak akan mendapatkan ruang di jalanan Amerika Serikat. Senator Moreno menegaskan bahwa pembatasan ini harus melampaui aturan yang sudah ada guna melindungi keamanan nasional dari risiko pengumpulan data.
Ia bahkan memberikan perbandingan tajam antara industri mobil dengan sektor telekomunikasi yang sebelumnya telah memblokir Huawei secara total.
“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kami,” kata Moreno saat berbicara di Forum Otomotif menjelang Pameran Otomotif Internasional New York, dikutip dari Carnewschina, Rabu (1/4/2026).
Ia melanjutkan dengan pernyataan keras bahwa pihaknya ingin mencegah masalah tersebut merusak pasar domestik.
“Kami tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini. Kami akan mencegah kanker masuk ke pasar kami, dan kami akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi. ”
Upaya legislasi ini juga menjadi kritik bagi perusahaan teknologi Amerika seperti Waymo yang menjalin kerja sama dengan Geely. Moreno menilai kemitraan tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat dalam memimpin pasar otomotif masa depan. Ia mendesak negara-negara sekutu mulai dari Kanada, Meksiko, hingga wilayah Eropa untuk mengadopsi standar yang sama guna membendung arus kendaraan Tiongkok.
Merespons rencana tersebut pihak Kedutaan Besar China di Washington melayangkan protes keras. Mereka menuding Amerika Serikat tengah melakukan praktik "proteksionisme perdagangan" dan menerapkan "kebijakan subsidi yang diskriminatif," yang dianggap melanggar prinsip persaingan pasar yang adil.
Situasi diplomasi ini semakin kompleks karena dorongan politik muncul menjelang rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok pada Mei mendatang. Meskipun kubu Republik cenderung keras terhadap Tiongkok namun Trump sebelumnya sempat menyatakan sikap yang berbeda.
Baca Juga: Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
Trump justru memberikan lampu hijau bagi produsen mobil China untuk membangun pabrik di tanah Amerika asalkan mereka mempekerjakan tenaga kerja lokal. Kini rancangan undang-undang Moreno menjadi ujian baru bagi hubungan dagang dua raksasa ekonomi dunia tersebut di sektor otomotif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Apakah Motor Listrik Bisa Melewati Banjir? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
-
Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil, Vivo Ada Kenaikan?
-
Bikin Harga Motor Mahal, Fitur Keyless Punya Bahaya yang Wajib Anda Tahu
-
7 Motor Listrik Jarak Tempuh Terjauh Harga Rp11 Jutaan, Sekali Ngecas Bisa Ngebut sampai 150 Km
-
Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?
-
Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia
-
Duel Kualitas BBM Shell vs Pertamina: Mana yang Lebih Irit dan Bikin Mesin Awet?
-
Lupakan Mobil Baru, 7 Hatchback Bekas Rp100 Jutaan Ini Masih Keren dan 'Fun to Drive'!
-
Chery Tiggo Cross CSH Tiba-Tiba Terbakar di Tol, CSI Beri Penjelasan...
-
Harga Motor Tembus Setengah Miliar, Sultan Semarang Borong Dua Unit Yamaha TMAX Sekaligus