- Beban Mesin Bensin: Kecepatan tinggi membuat beban pindah ke mesin bensin, menghilangkan keunggulan irit motor listrik.
- Baterai Jadi Beban: Bobot baterai berat menjadi beban mati di tol tanpa ada banyak regenerasi daya pengereman.
- Akselerasi Lambat: Tarikan terasa berat dan mesin meraung saat menyalip karena pembatasan tenaga di kecepatan tinggi.
Suara.com - Banyak orang mengira mobil hybrid selalu irit di segala medan, padahal kenyataannya tidak selalu begitu saat melintas di jalan tol.
Ketika dipacu dengan kecepatan tinggi secara konstan, efisiensi bahan bakar kendaraan ini justru sering kali menurun drastis.
Kendaraan dua jantung ini memang tak terkalahkan kalau urusan menembus kemacetan kota yang padat.
Tapi, cerita manis soal keiritannya sering kali memudar ketika mobil diajak melibas rute luar kota atau bebas hambatan. Ada batasan teknis bawaan pabrik yang membuat performanya tak lagi istimewa saat harus lari kencang.
Bagi Anda yang berniat meminang atau baru saja menggunakan kendaraan elektrifikasi ini, memahami karakternya sangat penting agar tak kaget melihat indikator bensin saat mudik atau bepergian jauh.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa kendaraan hibrida ini kehilangan tajinya di rute bebas hambatan:
1. Mesin Bensin "Kerja Rodi" di Kecepatan Tinggi
Rahasia keiritan teknologi ini sebenarnya ada pada motor listrik yang mengambil alih tugas saat mobil melaju pelan atau sering berhenti (stop-and-go).
Masalahnya, saat masuk jalan bebas hambatan, Anda pasti melaju di atas 80 km/jam. Pada titik ini, motor listrik pensiun sejenak dan mesin bensin mengambil alih seluruh beban kerja.
Baca Juga: Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
Celakanya, mesin bensin pada tipe ini biasanya dirancang khusus agar irit, bukan untuk memuntahkan tenaga besar.
Jadi, ketika dipaksa berlari kencang, mesin bensin berkapasitas kecil ini harus meraung di putaran RPM tinggi. Ujung-ujungnya, konsumsi BBM malah jadi sama saja—atau bahkan sedikit lebih boros—dibandingkan mobil bensin biasa yang mesinnya memang didesain untuk jarak jauh.
2. Bawa "Beban Mati" Tanpa Bisa Isi Daya
Membawa baterai besar dan motor listrik berarti membawa bobot ekstra yang lumayan berat. Di dalam kota, bobot ini tak masalah karena terkompensasi oleh sistem rem regeneratif; setiap kali Anda mengerem, baterai terisi ulang.
Namun, skenario ini tidak berlaku di rute jarak jauh yang konstan. Anda jarang menginjak rem, bukan? Akibatnya, bobot baterai tadi murni menjadi "beban mati" yang harus terus-menerus diseret oleh mesin bensin.
Berat berlebih ini memaksa mesin minum lebih banyak bahan bakar untuk menjaga momentum, sekaligus memberikan tekanan ekstra pada ban dan suspensi saat bermanuver di kecepatan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan
-
Harga Motor Yamaha April 2026 Terbaru: Gear, NMAX, Aerox, R15, hingga WR155R
-
Ribuan Unit Suzuki Burgman 125 EX Bermasalah Kabel Rem Belakang Berisiko Terjepit dan Korosi
-
Harga dan Spesifikasi Chery Tiggo Cross CSH Pasca Viral Insiden Kebakaran di Tol Cikampek
-
Harga Motor Listrik United April 2026: Jarak Tempuh Jauh, Harga Miring, Tampang Sekece Scoopy!
-
Update Harga BBM Pertamina dan Swasta April 2026 di Berbagai Daerah di Indonesia
-
Royal Enfield Rilis Meteor 350 Sundowner Orange Edisi Terbatas Hanya 36 Unit di Indonesia
-
5 Mobil Paling Efisien Bahan Bakar: Lincah Jagoan Perkotaan, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
Mobil Suzuki Fronx Bekas vs Baru: Selisihnya Setara Harga Nmax, Ini Beda Tiap Variannya
-
Duit di Bawah Rp90 Jutaan Bisa Dapat Suzuki Ignis Tahun Berapa?