- Contraflow di Tol Jakarta–Cikampek KM 70 sampai KM 47 dihentikan pada 29 Maret 2026 karena lalu lintas arus balik Idulfitri mulai normal.
- Rekayasa lalu lintas one way lokal tetap berlaku dari KM 263 Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Cikampek antisipasi lonjakan dari timur.
- Jasa Marga mengoptimalkan 22 gardu tol arah Jakarta dan 8 gardu arah timur untuk memperlancar transaksi dan mengurangi kepadatan.
Suara.com - Kondisi lalu lintas arus balik Idulfitri 1447H/2026 di ruas Tol Trans Jawa mulai berangsur normal. Seiring perbaikan kondisi tersebut, rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek resmi dihentikan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian menghentikan contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta pada Minggu (29/3/2026) pukul 01.08 WIB dini hari.
Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi lalu lintas yang semakin terkendali.
Meski contraflow dihentikan, rekayasa lalu lintas one way lokal masih diberlakukan dari KM 263 Ruas Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa penyesuaian rekayasa lalu lintas dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan.
"Penghentian contraflow dilakukan setelah evaluasi bersama Kepolisian menunjukkan kondisi lalu lintas yang semakin terkendali. Namun demikian, kami tetap mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah timur dengan masih diberlakukannya one way lokal," ujar Ria seperti dikutip Minggu (29/3/2026).
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, JTT juga mengoptimalkan operasional gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama. Sebanyak 22 gardu tol dioperasikan untuk arah Jakarta dan 8 gardu untuk arah timur Trans Jawa guna mempercepat transaksi dan mengurai kepadatan.
JTT turut mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
Pengguna jalan juga dapat memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk memantau kondisi lalu lintas melalui fitur CCTV real-time pada aplikasi Travoy serta mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkas Ria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen