Suara.com - Jangan sekali-kali menunda ganti baterai mobil listrik jika ingin awet dan terawat.
Bahkan, menunda mengganti baterai mobil listrik justru akan berakibat boncos bagi pemilik.
Menunggu untuk mengganti baterai memang sekilas nampak dapat menekan biaya pengeluaran bulanan bagi para pemilik EV.
Tak sedikit pemilik unit mobil EV berpikir bahwa lebih baik ganti baterai di bulan depan ketimbang menambah pengeluaran di bulan ini.
Faktanya, menunda mengganti baterai mobil listrik justru akan menimbulkan biaya tambahan tak diinginkan di kemudian hari.
Lantas, berapa biaya ganti baterai mobil listrik? Apa bahaya dan risiko tak segera ganti?
Menunda sama dengan keluar lebih banyak biaya
Menunda penggantian baterai mobil listrik yang sudah aus hanya akan memicu pembengkakan biaya di kemudian hari.
Komponen baterai yang tidak sehat memaksa sistem manajemen energi bekerja ekstra keras, sehingga berisiko merusak unit kontroler dan modul inverter yang harganya sangat mahal.
Selain itu, efisiensi pengisian daya yang buruk akan membuat tagihan listrik meningkat karena energi banyak terbuang menjadi panas.
Baca Juga: 7 Tips Merawat Baterai Motor Listrik agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
Bahaya paling nyata adalah risiko kerusakan permanen pada sistem termal kendaraan.
Jika sel baterai mengalami kegagalan total, biaya perbaikan bisa jauh melampaui harga satu unit baterai baru.
Kerugian finansial juga datang dari anjloknya nilai jual kembali mobil karena kondisi teknis yang terbengkalai.
Menunda ganti baterai juga sangat berisiko bagi keselamatan.
Baterai yang aus mudah mengalami thermal runaway atau panas berlebih yang memicu kebakaran hebat.
Selain itu, tenaga bisa hilang mendadak saat mendahului kendaraan lain atau di tanjakan, sehingga memperbesar risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung