Otomotif / Motor
Jum'at, 10 April 2026 | 12:35 WIB
Honda BeAT Mendadak Boros Bensin, Kenali 5 Penyebabnya (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Jaga kebersihan filter udara dan throttle body agar asupan udara pembakaran mesin selalu optimal. 
  • Tekanan angin ban yang pas membuat laju motor ringan dan menghemat konsumsi bensin harian. 
  • Segera ganti busi dan belt CVT yang mulai aus agar tenaga tidak terbuang percuma. 

Suara.com - Dikenal sebagai pelopor motor matic yang jago soal urusan irit bensin, Honda BeAT nyatanya bisa berubah jadi rakus BBM kalau perawatannya diabaikan. Padahal, mengembalikan efisiensi konsumsi BBM skutik sejuta umat ini sebenarnya sangat mudah asalkan kamu tahu komponen mana saja yang mulai minta "jajan".

Bensin yang terasa lebih cepat ludes biasanya terjadi karena tenaga yang dihasilkan mesin tidak lagi sebanding dengan bahan bakar yang dibakar. Efeknya, kamu tanpa sadar akan memelintir tuas gas lebih dalam saat berkendara.

Nah, daripada dompet makin tipis karena terus-terusan mampir ke pom bensin, yuk ambil angle cerdas dengan memanjakan ulang tungganganmu. Cukup periksa dan rawat lima komponen krusial berikut ini agar performa Honda BeAT kembali responsif dan anti boros:

1. Filter Udara: "Masker" Mesin yang Wajib Bersih

Sama seperti manusia yang kesulitan bernapas saat memakai masker kotor, mesin motor pun demikian. Debu dan cipratan minyak yang menumpuk di filter akan mencekik aliran udara menuju ruang bakar.

Akibatnya, takaran campuran udara dan bahan bakar jadi berantakan. Pembakaran yang tidak sempurna inilah yang membuat bensin terbuang sia-sia. Solusinya gampang, rutinlah membersihkan atau mengganti filter udara sesuai jadwal servis.

2. Tekanan Angin Ban: Beban Tersembunyi di Jalanan

Sering disepelekan, padahal ban yang kempis atau kurang angin adalah musuh utama keiritan. Saat ban kekurangan angin, penampangnya yang menyentuh aspal jadi jauh lebih lebar.

Motor akan terasa berat saat ditarik, seolah-olah sedang membawa beban ekstra. Mesin akhirnya harus bekerja ekstra keras dan menyedot lebih banyak bahan bakar. Pastikan kamu mengecek tekanan angin minimal seminggu sekali sesuai standar pabrikan.

Baca Juga: Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Honda BeAT (dok. Astra Honda Motor)

3. Busi: Sang Pemantik Api yang Mulai Lelah

Kesehatan busi sangat menentukan efisiensi motor. Seiring pemakaian, tumpukan kerak sisa pembakaran di ujung elektroda bisa membuat percikan api busi melemah.

Kalau apinya kecil, pembakaran di dalam mesin jadi loyo dan tarikan motor terasa berat. Ujung-ujungnya, pengendara pasti akan ngegas lebih kuat demi berakselerasi. Jangan ragu mengganti busi jika sudah waktunya agar api kembali biru dan tarikan motor kembali galak.

4. Belt CVT: Urat Nadi Skutik yang Jangan Sampai Melar

Di motor matic, belt CVT bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Kalau sabuk ini sudah aus, melar, atau kendor, transfer tenaga akan banyak yang hilang di jalan (slip).

Motor jadi cuma "menggerung" tapi larinya lambat. Tentu saja bensin jadi korban utamanya. Lebih dari itu, menunda penggantian belt CVT yang melar juga sangat berisiko membuatnya putus tiba-tiba di tengah jalan.

Load More