- Realisasi penyaluran Pertalite, solar, dan minyak tanah berada di kisaran 23–24 persen dari kuota nasional pada kuartal I 2026.
- Ketahanan BBM tercatat cukup tinggi, dengan Pertalite 18,1 hari, solar 16,5 hari, hingga Pertamax Turbo mencapai 46,5 hari.
- Sepanjang 2025 konsumsi bensin mencapai 36,98 juta kiloliter dan solar 40,48 juta kiloliter, dengan tren awal 2026 masih menunjukkan permintaan yang kuat.
Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap realisasi penyaluran BBM subsidi dan kompensasi pada kuartal-I 2026 atau periode Januari hingga Maret.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut bahwa penyalurannya masih terkendali. Dia merinci untuk minyak tanah realisasinya penyerapannya pada triwulan I 2026, telah mencapai 23,52 persen dari kuota nasional.
Sementara BBM Jenis Penugasan Tertentu (JPT) solar penyerapannya telah mencapai 24,49 persen atau 4,5 juta kiloliter dari kuota nasional 18,6 juta kiloliter.
Adapun untuk BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite realisasi penyalurannya telah mencapai 6,8 juta kiloliter atau 23,52 persen dari kuota nasional sebesar 29,26.
"Artinya kondisi penyaluran untuk BBM pada tahun 2026 masih terkontrol dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," kata Wahyudi di Kompleks Parlemen yang dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Terkait dengan ketahanan BBM nasional disebut dalam berstatus aman dengan Pertalite tercatat berada di level 18,1 hari, Pertamax di level 22,1 hari, dan Pertamax Turbo hingga 46,5 hari.
Sementara untuk solar berada di level 16,5 hari, serta Avtur terjaga dengan level 28,1 hari.
BPH Migas mencatat total konsumsi BBM nasional jenis bensin sepanjang tahun 2025 menembus angka 36,98 juta kiloliter .
Di periode yang sama, penyerapan kategori gasoil atau solar tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 40,48 juta kiloliter.
Baca Juga: Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi
Sementara hingga Februari 2026, tren konsumsi menunjukkan angka 5,88 juta kiloliter untuk bensin dan 6,57 juta kiloliter untuk solar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja