Otomotif / Mobil
Sabtu, 11 April 2026 | 12:07 WIB
VKTR Milik Siapa? Perusahaan Basis Magelang yang Siap Bantu Ambisi Prabowo Produksi Sedan Listrik [ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU]
Baca 10 detik
  • Pabrik VKTR di Magelang ditargetkan memulai produksi massal mobil sedan listrik pada tahun 2028. 
  • Langkah strategis ini adalah bagian dari visi Prabowo mewujudkan kemandirian industri kendaraan listrik nasional. 
  • Anindya Bakrie dan Gilarsi Wahju Setijono menjadi tokoh sentral penggerak ekosistem industri VKTR saat ini. 

Kapasitas intelektualnya ditempa di dua institusi bergengsi Amerika Serikat. Anindya meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Northwestern University pada tahun 1996, lalu mempertajam insting bisnis globalnya lewat program GMIX di Stanford Graduate School of Business.

Kariernya mekar setelah pulang ke Indonesia pada awal era milenium. Sempat menjajaki posisi strategis di PT Bakrie & Brothers Tbk, ia kemudian melebarkan sayap ke industri penyiaran.

Berawal dari memoles ANTV, lalu mengakuisisi Lativi menjadi tvOne, Anindya sukses membangun kerajaan media di bawah bendera VIVA.

Posisinya kini kian sentral sebagai Ketua Umum Kadin hingga 2029, sekaligus arsitek utama kemudi Bakrie & Brothers.

Jika Anindya bertugas menggambar visi besar dari kursi komisaris, maka urusan lapangan diserahkan sepenuhnya kepada Gilarsi Wahju Setijono.

Menjabat sebagai Direktur Utama, mantan bos PT Pos Indonesia periode 2015-2020 ini merupakan sosok bertangan dingin yang berhasil menyulap VKTR dari sekadar perusahaan distributor menjadi produsen manufaktur murni.

Jam terbang Gilarsi sebagai mantan CEO PT Perminas terbukti ampuh. Di bawah komandonya, VKTR mampu memompa kapasitas produksi hingga menyentuh angka 10.000 unit bus listrik.

Tidak berhenti pada urusan kuantitas, ia juga agresif memacu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Manuver cemerlangnya paling kentara saat ia berhasil merangkul raksasa otomotif global sekaliber Hino, Mitsubishi Fuso, hingga Toyota pada 2024 silam untuk berkolaborasi mengembangkan ekosistem kendaraan listrik lokal.

Baca Juga: Penampakan Gunungan Uang Rp11,42 Triliun, Hasil Denda hingga Tipikor

Load More