- Ahmad Luthfi menggunakan sepeda listrik Specialized Turbo Levo 3 Carbon seharga Rp116 juta.
- Sepeda jenis e-MTB ini memiliki suspensi penuh dan motor listrik halus serta senyap.
- Meski berstatus sepeda gunung premium, kendaraan ini nyaman untuk mobilitas harian ramah lingkungan.
Suara.com - Aksi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengajak aparatur sipil negara (ASN) hidup hemat energi sukses mencuri perhatian publik, lantaran ia menunggangi sepeda listrik yang harga jualnya bikin penasaran.
Tunggangan ramah lingkungan tersebut diduga kuat merupakan Specialized seri Turbo Levo 3 Carbon keluaran tahun 2023.
Usut punya usut, banderol kendaraan roda dua ini tidak main-main. Mengutip situs resmi pabrikannya, model ini ditawarkan di kisaran 6.799 dolar AS atau menembus angka Rp116 juta, menjadikannya masuk dalam kasta electric mountain bike (e-MTB) premium di pasar global.
Di balik harganya yang setara mobil tipe LCGC bekas, tersimpan spesifikasi kelas atas yang memanjakan pengendaranya.
Turbo Levo generasi ketiga ini lahir sebagai "monster" perbukitan yang memadukan tenaga motor elektrik dengan kelincahan sepeda gunung tradisional.
Baterai berkapasitas 700Wh tertanam sangat rapi di bagian down tube, menyuplai daya panjang untuk motor listrik di bagian bawah.
Pabrikan asal Amerika Serikat ini juga membawa peningkatan masif pada area kelistrikan.
Penyakit lawas pada motor generasi sebelumnya diobati lewat penguatan material sabuk dan kalibrasi software terbaru.
Hasilnya, putaran motor kini terasa jauh lebih stabil, senyap, dan minim gangguan meski digeber dalam jangka waktu lama.
Baca Juga: Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan
Tenaga dari motor listrik itu kemudian dipadukan dengan sistem penggerak gigi SRAM NX/GX 12-percepatan.
Pengendara bisa memantau sisa baterai hingga mode kecepatan melalui layar digital futuristik yang menyatu mulus pada rangka frame.
Menyoal urusan banting-membanting di jalanan tak rata, sepeda ini dibekali sistem suspensi penuh (full suspension).
Garpu depan yang tangguh berkolaborasi dengan suspensi belakang tipe Float X Performance, membuat guncangan medan ekstrem terasa lebih empuk dan responsif.
Menariknya, geometri sepeda ini dirancang sangat fleksibel. Penunggangnya bisa mengubah sudut head tube di angka 63,7 derajat dan menyesuaikan enam titik pengaturan posisi berkendara.
Mau gaya gowes yang santai untuk aspal perkotaan atau agresif untuk masuk hutan, semuanya bisa diatur. Ada juga kejutan kecil berupa tool SWAT yang disembunyikan rapi di area kemudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Pesona Mobil Listrik Mirip Suzuki Swift Racikan 'Geng' Wuling, Begini Bocorannya
-
BBM B50 Dinilai Bisa Menjadi Ujian Berat Bagi Daya Tahan Mesin Diesel
-
10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan
-
Mitsubishi Motors Siap Rilis XForce Hybrid Minggu Ini
-
10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso
-
Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK
-
Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik
-
GAC Tembus 30 Juta Unit Saat Persaingan Mobil China Semakin Memanas di Indonesia
-
Bagaimana Cara Kerja Motor Hybrid? Ini Pilihan Termurah
-
Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?