News / Nasional
Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional mengalokasikan anggaran Rp113,9 miliar tahun 2025 untuk pengadaan jasa event organizer dalam mendukung operasional lembaga.
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan penggunaan jasa pihak ketiga diperlukan karena keterbatasan sumber daya manusia internal lembaga baru.
  • Pelibatan profesional bertujuan menjamin kualitas, ketepatan waktu, serta efektivitas pelaksanaan program komunikasi publik dan sosialisasi secara nasional.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan penggunaan anggaran sebesar Rp113,9 miliar untuk pengadaan jasa event organizer (EO) sepanjang 2025.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut langkah tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan program di masa awal pembentukan lembaga.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” kata Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Ia menyampaikan, pada tahap tersebut BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kegiatan berskala besar secara mandiri.

“Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” tambah dia.

Menurut Dadan, pelaksanaan kegiatan seperti kampanye publik dan sosialisasi nasional membutuhkan dukungan tenaga profesional. EO dinilai memiliki keahlian yang belum sepenuhnya tersedia di internal BGN.

“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” ujar dia.

Ia berpandangan kalau EO memiliki kemampuan dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, pelibatan pihak ketiga juga turut membantu dalam aspek administrasi dan keuangan kegiatan karena terdokumentasi secara sistematis.

Baca Juga: Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran

Dadan juga menegaskan, kegiatan yang ditangani EO mencakup berbagai program, termasuk komunikasi publik terkait isu gizi nasional serta bimbingan teknis bagi penjamah makanan.

“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya,” tuturnya.

Dari sisi pelaksanaan, penggunaan EO disebut sebagai solusi untuk mendukung percepatan program tanpa harus menunggu kesiapan penuh dari tim internal.

“EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” katanya.

Ia menambahkan, EO juga berperan sebagai mitra dalam memberikan masukan terkait perencanaan kegiatan hingga pengelolaan audiens. Dadan pun memastikan penggunaan anggaran tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Load More