- AC mobil yang jarang dipakai dapat menyebabkan masalah jika tidak dirawat rutin.
- Nyalakan AC mobil secara rutin minimal seminggu sekali meski tidak digunakan berkendara.
- Tetap lakukan servis rutin ke bengkel spesialis guna memastikan tekanan freon dan seluruh sistem pendingin tetap berfungsi optimal.
Suara.com - Banyak yang menganggap mobil yang jarang dipakai akan selalu dalam kondisi "seperti baru". Kenyataannya, justru mobil yang lebih sering terparkir di garasi memerlukan perhatian ekstra, terutama pada sistem pendingin udara atau AC.
Sistem AC mobil bekerja menggunakan sirkulasi gas (refrigeran) dan oli. Ketika AC tidak dinyalakan dalam waktu lama, oli yang bertugas melumasi komponen-komponen di dalamnya akan mengendap.
Hal ini berisiko menyebabkan seal karet menjadi kering, getas, dan akhirnya memicu kebocoran.
Agar sistem pendingin kabin Anda tidak bermasalah saat hendak digunakan kembali, simak panduan perawatan AC mobil yang jarang dipakai berikut ini.
1. Nyalakan AC secara Rutin (Minimal Seminggu Sekali)
Meskipun mobil tidak sedang digunakan untuk bepergian, Anda wajib memanaskan mesin dan menyalakan AC setidaknya 1-2 kali dalam seminggu selama 10 hingga 15 menit.
Saat AC menyala, kompresor akan memompa refrigeran yang tercampur dengan oli pelumas ke seluruh sistem.
Sirkulasi ini memastikan semua seal atau karet penyambung tetap lembap dan elastis.
Jika seal kering, celah mikro akan terbentuk dan menyebabkan gas freon keluar, sehingga AC tidak lagi dingin saat digunakan.
2. Jaga Kebersihan Kabin dari Debu dan Kutu
Mobil yang terparkir lama cenderung menjadi tempat berkumpulnya debu atau bahkan sarang serangga kecil.
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Memanas: Napoli Kudeta Posisi AC Milan, Inter Makin Nyaman di Pucuk
Debu yang menumpuk di karpet atau jok mobil akan tersedot oleh blower saat AC dinyalakan, yang kemudian akan menyumbat filter kabin.
Pastikan Anda tetap menjaga kebersihan interior mobil dengan melakukan vacuuming secara berkala.
Kondisi kabin yang bersih akan meringankan beban kerja filter AC dan mencegah munculnya bau tidak sedap yang sulit dihilangkan.
3. Periksa dan Ganti Filter Kabin secara Berkala
Jangan menunggu mobil mencapai kilometer tertentu untuk mengecek filter kabin.
Pada mobil yang jarang dipakai, filter kabin justru bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur karena kelembapan udara yang terperangkap di dalam mobil yang tertutup rapat.
Jika Anda mencium bau "apek" saat pertama kali menyalakan AC setelah lama didiamkan, itu adalah indikasi kuat bahwa filter kabin Anda sudah kotor atau berjamur.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
BBM B50 Dinilai Bisa Menjadi Ujian Berat Bagi Daya Tahan Mesin Diesel
-
10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan
-
Mitsubishi Motors Siap Rilis XForce Hybrid Minggu Ini
-
10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso
-
Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK
-
Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik
-
GAC Tembus 30 Juta Unit Saat Persaingan Mobil China Semakin Memanas di Indonesia
-
Bagaimana Cara Kerja Motor Hybrid? Ini Pilihan Termurah
-
Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?
-
Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid