Otomotif / Mobil
Jum'at, 24 April 2026 | 12:25 WIB
Pajak Jalan Tol dan Kendaraan Listrik (Dok. Jasa Marga, Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Gubernur wajib menggratiskan pajak kendaraan listrik hingga Rp 0 demi transisi energi hijau.
  • DJP merancang PPN jalan tol di 2028 untuk asas keadilan dan tambah kas negara.
  • Menkeu Purbaya mengaku kaget soal wacana PPN tol dan menahan pajak baru tersebut.

Respons Mengejutkan Pimpinan Keuangan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa belum mengetahui soal wacana penerapan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN jalan tol. [Antara]

Hal paling mencengangkan dari polemik ini adalah reaksi pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan sendiri. Sang menteri rupanya tidak mengetahui siasat yang sedang digodok oleh anak buahnya.

"Saya belum baca," tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia secara terang-terangan menunjukkan keheranannya di hadapan publik.

"Paling tidak pada waktu dibicarakan, belum diberitahukan kepada saya," tambahnya.

Ia memastikan akan segera mengecek langsung masalah ini ke instansi terkait.

"Nanti kita selesaikan dengan pajak (DJP)," janjinya.

Sang menteri juga merasa janggal dengan banyaknya isu penambahan beban masyarakat yang tiba-tiba beredar liar.

Mengulang Kesalahan Masa Lalu?

Baca Juga: Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana memajaki jalan bebas hambatan ini bak membangkitkan hantu dari tahun 2015 silam. Saat itu, pemerintah pernah merumuskan aturan serupa namun berujung pada pembatalan mendadak.

Ketakutan akan gejolak sosial dan rusaknya iklim investasi menjadi alasan kuat pembatalan kala itu. Kini, narasi serupa kembali dilempar untuk menguji reaksi publik.

Sebagai penawar keresahan, komitmen perlindungan ekonomi telah diikrarkan oleh otoritas fiskal. Purbaya menegaskan akan menahan segala bentuk pungutan baru sebelum daya beli benar-benar pulih.

Namun bagi masyarakat, ketidakpastian ini layaknya bom waktu finansial. Terbebas dari beban tahunan memang manis, namun ancaman tarif tol mahal tetap menjadi hantaman nyata.

Load More