- Honda hentikan penjualan mobil di Korea Selatan karena dominasi kuat merek lokal dan lambatnya elektrifikasi.
- Krisis meluas ke China dengan penurunan drastis penjualan dan batalnya tiga proyek mobil Amerika.
- Presiden Honda secara tegas akui perusahaan butuh inovasi cepat agar terhindar dari kehancuran total.
Suara.com - Raksasa otomotif Jepang, Honda, resmi mengibarkan bendera putih untuk penjualan mobil di pasar Korea Selatan. Langkah drastis ini menjadi alarm peringatan bagi industri otomotif negara lain, termasuk Indonesia.
Pabrikan berlogo 'H' ini sejatinya sedang menghadapi badai sempurna di kancah global. Gagal bersaing cepat di era elektrifikasi menjadi biang kerok utama penyusutan pangsa pasar mereka.
Kondisi tersebut bukan sekadar fluktuasi bisnis biasa. Ini adalah momen seleksi alam bagi pabrikan konvensional yang terlalu nyaman dengan sistem lama.
Tumbang di Kandang Macan Asia
Penghentian penjualan di Negeri Ginseng bukanlah keputusan yang diambil dalam semalam. Dilansir dari situs resmi, Honda sudah lama babak belur menghadapi gempuran merek lokal di sana.
Dominasi Hyundai Motor Company dan Kia Corporation membuat pabrikan asing sulit bernapas. Konsumen lokal di sana memang terkenal memiliki loyalitas absolut pada produk dalam negeri.
Dibandingkan rival senegaranya yakni Toyota, nasib Honda terasa jauh lebih miris. Toyota masih bisa bertahan melalui lini mobil hybrid yang laku keras dan diterima publik.
Honda sadar betul bahwa produk mereka saat ini kurang relevan dengan kebutuhan warga Korea. Apalagi ekosistem kendaraan listrik (EV) merek lokal sudah sangat matang.
Meski babak belur, mereka tidak sepenuhnya minggat dari Korea. Dikutip dari keterangan resminya, Jumat 24 April 2026, perusahaan tetap mempertahankan bisnis sepeda motor dan bengkel resmi.
Baca Juga: Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!
Rontok di China dan Amerika Serikat
Derita pabrikan Jepang ini nyatanya tidak berhenti di semenanjung Korea saja. Di daratan China, transisi EV yang lambat membuat operasional pabrik mereka berdarah-darah.
Pada tahun 2020 lalu, mereka sukses menjual hingga 1,6 juta unit kendaraan. Namun, tahun ini angka fantastis tersebut diprediksi terjun bebas menjadi 600.000 unit saja.
Pabrik Honda di China kini terpaksa beroperasi dengan setengah kapasitas. Beban biaya membengkak karena siklus desain produk baru mereka dua kali lebih lambat dari rival.
Imbas krisis ini pun langsung merembet ke pasar Amerika Serikat. Perusahaan terpaksa membatalkan tiga proyek mobil listrik raksasa, termasuk kolaborasi strategis dengan Sony.
Pemotongan Gaji Hingga Jeritan Petinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bolehkan Polisi Razia di Jalan Kampung? Cek Aturan dan Syarat Sahnya di Sini!
-
BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel
-
Cek Perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV, Biar Nggak Nyesel Pas Turun dari Dealer
-
Mengintip Kecanggihan Toyota Woven City Kota Masa Depan Berbasis AI untuk Mobilitas Global
-
5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
-
5 Jaket Anti UV untuk Cowok: Siap Motoran Harian, Harga Murah, Cegah Kulit Gosong
-
Nekat Turun Oktan Dampak Harga BBM Naik, Ini Dampaknya
-
Kapan Lagi Beli Mobil Mewah Murah? Cek Jadwal Resmi Lelang Kejagung
-
Rahasia Performa Mesin Kawasaki Kini Tersedia di Toko Online Resmi
-
Barcode MyPertamina Hilang Apa yang Harus Dilakukan? Ikuti 3 Langkah Ini Dijamin Aman