Otomotif / Mobil
Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB
Jajaran produk andalan Mazda di pameran otomotif China Auto Show. (Foto: Autohome)
Baca 10 detik
  • Mazda bermitra dengan Changan di China untuk mengalihkan fokus produksi dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan energi baru.
  • Penjualan kendaraan energi baru Mazda mencapai 47 persen pada kuartal pertama 2026 melalui model EZ-6 dan SUV CX-6e.
  • Mazda mengintegrasikan filosofi Jinba-Ittai ke dalam kendaraan listrik guna bersaing melawan dominasi teknologi fitur digital merek otomotif lokal.

Suara.com - Mazda sedang melakukan taruhan besar di pasar otomotif China dengan mengalihkan fokus utama dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan energi baru (NEV). Langkah ini menjadi upaya krusial untuk tetap relevan di tengah gempuran merek lokal yang mendominasi teknologi pintar dan fitur kecerdasan buatan.

Melalui kemitraan strategis dengan Changan, Mazda kini berada di jalur untuk menjadi perusahaan patungan pertama yang menjual lebih banyak mobil listrik dibandingkan mobil bensin konvensional.

Pada kuartal pertama tahun 2026, porsi penjualan NEV Mazda di Tiongkok menyentuh angka 47 persen. Pencapaian ini didorong oleh model terbaru seperti sedan 6e yang dikenal sebagai EZ-6 serta SUV CX-6e. Strategi berbasis platform Changan ini merupakan perubahan drastis setelah kegagalan masa lalu saat Mazda meluncurkan CX-30 EV yang sempat dicibir sebagai "mobil kepatuhan" karena hanya terjual sekitar 500 unit dalam dua tahun.

Direktur Eksekutif Senior Mazda Toru Nakajima menekankan bahwa identitas merek tidak akan dikompromikan meskipun sistem penggerak berubah total. Mazda berupaya keras mengintegrasikan filosofi "Jinba-Ittai" ke dalam lini produk bertenaga baterai mereka.  

Meski volume penjualan domestik Mazda di China masih tergolong rendah dengan angka pengiriman sekitar 21 ribu unit pada kuartal pertama, keberhasilan melampaui target internal menunjukkan bahwa transformasi ini mulai membuahkan hasil. Tantangan ke depan dipastikan tetap berat karena konsumen di sana cenderung memilih merek domestik yang lebih unggul dalam sistem hiburan dan fitur digital. Mazda kini harus membuktikan bahwa kesenangan berkendara tetap menjadi inti utama produk mereka terlepas dari perubahan teknologi yang terjadi secara masif.

Load More