- Mazda bermitra dengan Changan di China untuk mengalihkan fokus produksi dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan energi baru.
- Penjualan kendaraan energi baru Mazda mencapai 47 persen pada kuartal pertama 2026 melalui model EZ-6 dan SUV CX-6e.
- Mazda mengintegrasikan filosofi Jinba-Ittai ke dalam kendaraan listrik guna bersaing melawan dominasi teknologi fitur digital merek otomotif lokal.
Suara.com - Mazda sedang melakukan taruhan besar di pasar otomotif China dengan mengalihkan fokus utama dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan energi baru (NEV). Langkah ini menjadi upaya krusial untuk tetap relevan di tengah gempuran merek lokal yang mendominasi teknologi pintar dan fitur kecerdasan buatan.
Melalui kemitraan strategis dengan Changan, Mazda kini berada di jalur untuk menjadi perusahaan patungan pertama yang menjual lebih banyak mobil listrik dibandingkan mobil bensin konvensional.
Pada kuartal pertama tahun 2026, porsi penjualan NEV Mazda di Tiongkok menyentuh angka 47 persen. Pencapaian ini didorong oleh model terbaru seperti sedan 6e yang dikenal sebagai EZ-6 serta SUV CX-6e. Strategi berbasis platform Changan ini merupakan perubahan drastis setelah kegagalan masa lalu saat Mazda meluncurkan CX-30 EV yang sempat dicibir sebagai "mobil kepatuhan" karena hanya terjual sekitar 500 unit dalam dua tahun.
Direktur Eksekutif Senior Mazda Toru Nakajima menekankan bahwa identitas merek tidak akan dikompromikan meskipun sistem penggerak berubah total. Mazda berupaya keras mengintegrasikan filosofi "Jinba-Ittai" ke dalam lini produk bertenaga baterai mereka.
Meski volume penjualan domestik Mazda di China masih tergolong rendah dengan angka pengiriman sekitar 21 ribu unit pada kuartal pertama, keberhasilan melampaui target internal menunjukkan bahwa transformasi ini mulai membuahkan hasil. Tantangan ke depan dipastikan tetap berat karena konsumen di sana cenderung memilih merek domestik yang lebih unggul dalam sistem hiburan dan fitur digital. Mazda kini harus membuktikan bahwa kesenangan berkendara tetap menjadi inti utama produk mereka terlepas dari perubahan teknologi yang terjadi secara masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah untuk Taksi Online
-
Kapan Bobibos Dijual? Ini 5 Fakta Bahan Bakar Jerami RON 98 yang Sedang Diuji Pemerintah
-
Suara Motor Kasar saat Digas dan Tarikan Berat? Coba Cek 7 Komponen Ini
-
Beda Nasib! Malaysia Turunkan Pajak saat Harga Diesel Melambung, RI Malah Sebaliknya?
-
Renault Siapkan Mobil Menggoda, SUV 1.200cc Siap Tantang Raize-Rocky
-
7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Jok Motor, Risikonya Tak Main-Main
-
Kontroversi Gerbong KRL, Mengupas Sisi Macho Menteri PPPA Arifah Fauzi Lewat Koleksi Garasinya
-
Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD
-
Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji
-
Fitur Canggih Mitsubishi Xforce yang Membuat Pengemudi Tidak Perlu Sering Keluar Mobil