- Pasar mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 menawarkan harga kompetitif, seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV.
- Pembeli wajib memeriksa persentase *State of Health* (SOH) baterai minimal 80% guna menjamin performa kendaraan tetap optimal.
- Pastikan unit memiliki riwayat servis resmi dan garansi baterai pabrikan untuk melindungi dari risiko penurunan kapasitas daya.
Suara.com - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia kini makin riuh. Wuling Air EV turun ke Rp119 juta, Hyundai Ioniq 5 bahkan bisa ditebus di bawah Rp350 juta. Tapi, jangan sampai silau harga murah.
Ada satu "rapor" wajib yang Anda harus periksa: Sisa Kesehatan Baterai. Kalau angkanya di bawah standar, bukannya irit, Anda malah bisa menuai petaka.
Harga mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 sedang berada di titik paling menggiurkan. Ambil contoh Hyundai Ioniq 5 yang dulu meluncur di harga Rp800 jutaan, kini unit bekas tahun 2022-2023 bisa ditemukan di kisaran Rp300 jutaan hingga Rp450 jutaan.
Bahkan untuk entry-level mungil seperti Wuling Air EV Long Range 2022, harganya sudah sangat terjangkau di angka Rp119 juta.
Meski begitu, calon pembeli tidak bisa serta-merta menyamakan inspeksi mobil listrik dengan mobil bensin. Jika pada mobil konvensional kita fokus pada suara mesin, kebocoran oli, dan asap knalpot—pada mobil listrik kita bicara tentang 'nyawa' kendaraan itu sendiri: Baterai.
Komponen ini bukan hanya menentukan seberapa jauh mobil bisa melaju, tetapi juga mencakup 30-40% dari total harga kendaraan. Maka, pertanyaan emasnya: berapa sih "battery health" minimal yang aman untuk mobil listrik bekas?
Memahami Rapor Kesehatan Baterai: SOH Itu Apa?
Battery health atau yang lebih dikenal dengan istilah State of Health (SoH) adalah parameter persentase yang menunjukkan sisa kapasitas baterai saat ini dibandingkan saat pertama kali baterai tersebut masih dalam kondisi 100% baru.
Contoh sederhana: Jika sebuah mobil saat baru mampu menempuh jarak 500 km dalam sekali pengisian penuh, maka di kondisi SOH 80%, jarak tempuh maksimalnya otomatis menyusut menjadi sekitar 400 km.
Baca Juga: Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang
Penyusutan ini adalah proses kimiawi alami dan tidak bisa dihindari. Bedanya, pada mobil listrik modern, berkat sistem pendingin baterai yang cerdas, degradasi ini berjalan sangat lambat. Studi global pada 2024-2025 menunjukkan rata-rata penyusutan baterai hanya sekitar 1-2% per tahun.
Bahkan beberapa model yang diuji massal masih menunjukkan SOH di atas 90% meski sudah menempuh jarak lebih dari 100.000 mil.
Angka Keramat: Di Atas 80% Itu Sehat, Di Bawah 70% Patut Dicurigai
Lalu, di titik mana kita harus mulai waspada? Mayoritas pedoman internasional dan standar garansi pabrikan memberikan tolok ukur yang cukup seragam.
Asosiasi Inspeksi Kendaraan Jerman (TÜV) menyatakan, jika SOH berada di level 80% atau lebih, kendaraan listrik tersebut dianggap layak pakai untuk mobilitas harian.
Sementara itu, platform jual-beli kendaraan Eropa seperti Ayvens Carmarket juga mematok SOH 80% sebagai standar kelayakan utama.
Berita Terkait
-
Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang
-
Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?
-
Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD
-
Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik
-
Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga