- Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif kendaraan listrik berbasis baterai murni mulai Juni 2026 dengan total kuota 200.000 unit.
- Kebijakan ini mengutamakan penggunaan baterai berbasis nikel untuk menyerap cadangan komoditas dalam negeri melalui skema pajak yang ditanggung pemerintah.
- Subsidi ini bertujuan mempercepat transisi energi nasional serta mempermudah akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan yang lebih terjangkau.
Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan skema insentif kendaraan listrik yang bertujuan mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat industri hilirisasi nasional. Fokus utama kebijakan ini tertuju pada kendaraan listrik berbasis baterai murni (BEV) dan secara tegas tidak menyertakan mobil hybrid dalam daftar penerima bantuan.
Salah satu poin krusial dalam kebijakan ini adalah pemberian perlakuan khusus bagi kendaraan yang menggunakan baterai berbasis nikel. Langkah tersebut diambil karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah sehingga pemerintah ingin memastikan komoditas unggulan ini terserap secara maksimal oleh industri dalam negeri.
Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan bahwa saat ini skema terbaik sedang dikaji secara mendalam oleh pihak terkait. Salah satu instrumen yang dipertimbangkan adalah Pajak Pertambahan Nilai atau PPN yang ditanggung oleh pemerintah.
“PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya,” ungkap Purbaya dalam sebuah kesempatan resmi, dikutip Rabu (6/5/2026).
Pemerintah mengisyaratkan bahwa besaran subsidi akan sangat bergantung pada jenis teknologi baterai yang digunakan pada kendaraan tersebut. Kendaraan dengan baterai nikel dipastikan mendapat insentif lebih besar dibanding teknologi baterai lainnya.
“Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Kenapa saya pakai nikel yang besar subsidinya, karena supaya baterai kita kepakai,” paparnya.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan kuota awal sebanyak 200.000 unit kendaraan. Rinciannya mencakup 100.000 unit untuk mobil listrik serta 100.000 unit untuk motor listrik. Untuk kendaraan roda dua pemerintah sudah menetapkan nilai subsidi sebesar 5 juta rupiah per unit. Namun untuk mobil listrik angka pastinya masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut agar tepat sasaran.
Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi pasar otomotif nasional terutama di kota-kota besar. Produsen otomotif diprediksi akan segera mengubah strategi mereka dengan beralih ke baterai berbasis nikel demi mendapatkan insentif maksimal. Bagi masyarakat kehadiran subsidi ini menjadi kesempatan emas untuk memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang jauh lebih kompetitif dan terjangkau.
Baca Juga: Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM
-
Baru Sebulan Meluncur Pemesanan Chery Q Langsung Tembus 3000 Unit
-
Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank