- Pemerintah Indonesia sedang merancang skema insentif pajak baru yang memberikan subsidi lebih besar bagi mobil listrik berbasis nikel.
- Head of Marketing BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan keberatan karena kebijakan tersebut dinilai tidak adil bagi seluruh pemegang merek.
- BYD tetap menunggu detail resmi pemerintah sembari menegaskan bahwa semua teknologi baterai sama-sama mendukung percepatan transisi energi nasional.
Suara.com - BYD Indonesia buka suara terkait rencana pemerintah memberikan insentif lebih besar terhadap mobil listrik dengan baterai berbasis nikel.
Namun skema insentif yang dicanangka pemerintah mendapat respon keras dari BYD. Skema yang ada dinilai tidak adil bagi para agen pemegang merek.
Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menyambut positif langkah pemerintah dalam mendukung percepatan transisi energi melalui kebijakan tersebut.
Meski demikian, menurut Luther, seluruh teknologi baterai pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam mendukung percepatan elektrifikasi kendaraan.
“Apapun teknologi baterainya, mau nikel ataupun LFP, saya yakin dua-duanya itu sebenarnya sama-sama mendukung niat baik pemerintah,” ujar Luther di Jakarta, Rabu (13 Mei 2026).
“Tentunya intensi dari pemerintah sebenarnya agar kita bisa sesegera mungkin mendukung transisi energi, mengurangi subsidi bahan bakar, khususnya di tengah ketidakpastian dan situasi geopolitik sekarang,” lanjutnya.
Namun demikian, Luther mengaku pihaknya masih menunggu informasi resmi terkait detail kebijakan insentif yang sedang disiapkan pemerintah.
Menurutnya, kebijakan fiskal maupun nonfiskal selama ini sudah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan kendaraan elektrifikasi nasional.
“Kami juga sangat bersyukur dengan konsistensi serta stabilitas dari kebijakan yang ada saat ini sehingga bisa terefleksi baik dengan hasil penjualan dan share dari kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” pungkasnya.
Baca Juga: Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
Pemerintah Indonesia sendiri saat ini tengah mematangkan skema baru insentif kendaraan listrik yang disebut akan memberikan porsi lebih besar bagi mobil listrik dengan baterai berbasis nikel.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah ssedang mengkaji skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah dengan besaran berbeda berdasarkan teknologi baterai yang digunakan kendaraan listrik.
Dalam skema itu, mobil listrik dengan baterai berbasis nikel disebut berpotensi memperoleh subsidi lebih besar dibanding baterai non-nikel guna mendukung pemanfaatan sumber daya nikel dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kontroversial, Kandungan TKDN Motor Listrik MBG Cuma Segini
-
3 Pilihan Skutik Honda Hijau Glossy Paling Hits 2026, Siapa Pemenangnya?
-
Strategi JETOUR Perkuat Dominasi Pasar SUV Global Andalkan Produk Hybrid
-
5 Ciri-Ciri CVT Motor Matic Rusak, Perlu Segera Dibawa ke Bengkel
-
Usia Baru 31 Tahun, Segini Fantastisnya Garasi Adela Kanasya Anak Adies Kadir yang Jadi Anggota DPR
-
Asyik Sebat saat Rapat, Isi Garasi Anggota Dewan Achmad Syahri Jadi Sorotan Publik
-
SUV Hybrid JETOUR Buktikan Ketangguhan di Lintasan Ekstrem
-
Komunitas Moge GSrek Indonesia Tuntaskan Touring Adventure Sumba
-
Sensasi Menjelajahi Keindahan Wisata Lampung di MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Terpopuler: Garasi Indri Wahyuni Juri LCC MPR, Gubernur Jabar Hapus Pajak Tahunan Kendaraan