Otomotif / Motor
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:38 WIB
Penggantian V-belt menggunakan CVT Kit [Dok. Yamaha]
Baca 10 detik
  • Komponen CVT pada motor matic berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui sistem gesekan mekanis.
  • Gejala kerusakan CVT meliputi getaran hebat, suara kasar, tarikan berat, bau terbakar, hingga perpindahan kecepatan yang menghentak.
  • Pemilik motor wajib melakukan servis rutin setiap 5.000–10.000 kilometer untuk mencegah kerusakan fatal dan biaya perbaikan mahal.

Suara.com - Di balik kemudahan "tinggal gas", motor matic memiliki komponen vital yang memerlukan perhatian ekstra, yakni Continuously Variable Transmission (CVT).

CVT adalah sistem transmisi yang meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Karena bekerja secara mekanis dengan gesekan yang tinggi, komponen di dalam kotak CVT memiliki masa pakai tertentu.

Mengabaikan gejala kerusakan kecil pada CVT bisa berdampak fatal, mulai dari motor mogok di tengah jalan hingga biaya perbaikan yang membengkak jutaan rupiah.

Lantas, apa saja tanda-tanda transmisi matic Anda mulai bermasalah? Simak ulasan lengkap mengenai ciri-ciri CVT motor matic rusak berikut ini.

1. Muncul Getaran Hebat (Gredek) saat Tarikan Awal

Ciri yang paling sering dirasakan oleh pengguna motor matic adalah munculnya getaran atau sensasi "gredek" pada bagian setang dan bodi motor saat baru mulai melaju.

Penyebab utamanya biasanya adalah kotoran atau debu yang menumpuk di dalam clutch housing (mangkok kampas ganda).

Selain itu, kampas ganda yang sudah mulai aus atau mengeras juga bisa membuat cengkeraman ke mangkok tidak merata, sehingga menimbulkan slip dan getaran.

Jika dibiarkan, getaran ini akan merusak komponen lain seperti bearing kruk as.

Baca Juga: Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia

2. Terdengar Suara Kasar atau Menjerit dari Box CVT

Motor matic yang sehat seharusnya bersuara halus. Jika Anda mendengar suara "tek-tek" atau "srek-srek" saat motor idle atau melaju, itu adalah sinyal bahaya.

Suara Klotok-Klotok: Biasanya menandakan roller sudah tidak bulat lagi (peyang) atau rumah roller yang sudah tergerus.

Suara Menjerit/Bersiul: Seringkali disebabkan oleh bearing (klaher) CVT yang sudah kering atau rusak.

Suara Keras saat Deselerasi: Bisa jadi tanda bahwa gigi rasio atau transmisi akhir mulai kekurangan oli atau aus.

3. Tarikan Motor Terasa Berat dan Lemot (Tidak Bertenaga)

Load More