- Komponen CVT pada motor matic berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui sistem gesekan mekanis.
- Gejala kerusakan CVT meliputi getaran hebat, suara kasar, tarikan berat, bau terbakar, hingga perpindahan kecepatan yang menghentak.
- Pemilik motor wajib melakukan servis rutin setiap 5.000–10.000 kilometer untuk mencegah kerusakan fatal dan biaya perbaikan mahal.
Suara.com - Di balik kemudahan "tinggal gas", motor matic memiliki komponen vital yang memerlukan perhatian ekstra, yakni Continuously Variable Transmission (CVT).
CVT adalah sistem transmisi yang meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Karena bekerja secara mekanis dengan gesekan yang tinggi, komponen di dalam kotak CVT memiliki masa pakai tertentu.
Mengabaikan gejala kerusakan kecil pada CVT bisa berdampak fatal, mulai dari motor mogok di tengah jalan hingga biaya perbaikan yang membengkak jutaan rupiah.
Lantas, apa saja tanda-tanda transmisi matic Anda mulai bermasalah? Simak ulasan lengkap mengenai ciri-ciri CVT motor matic rusak berikut ini.
1. Muncul Getaran Hebat (Gredek) saat Tarikan Awal
Ciri yang paling sering dirasakan oleh pengguna motor matic adalah munculnya getaran atau sensasi "gredek" pada bagian setang dan bodi motor saat baru mulai melaju.
Penyebab utamanya biasanya adalah kotoran atau debu yang menumpuk di dalam clutch housing (mangkok kampas ganda).
Selain itu, kampas ganda yang sudah mulai aus atau mengeras juga bisa membuat cengkeraman ke mangkok tidak merata, sehingga menimbulkan slip dan getaran.
Jika dibiarkan, getaran ini akan merusak komponen lain seperti bearing kruk as.
Baca Juga: Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia
2. Terdengar Suara Kasar atau Menjerit dari Box CVT
Motor matic yang sehat seharusnya bersuara halus. Jika Anda mendengar suara "tek-tek" atau "srek-srek" saat motor idle atau melaju, itu adalah sinyal bahaya.
Suara Klotok-Klotok: Biasanya menandakan roller sudah tidak bulat lagi (peyang) atau rumah roller yang sudah tergerus.
Suara Menjerit/Bersiul: Seringkali disebabkan oleh bearing (klaher) CVT yang sudah kering atau rusak.
Suara Keras saat Deselerasi: Bisa jadi tanda bahwa gigi rasio atau transmisi akhir mulai kekurangan oli atau aus.
3. Tarikan Motor Terasa Berat dan Lemot (Tidak Bertenaga)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi