- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu kewaspadaan bagi industri otomotif nasional, termasuk produsen BYD Indonesia.
- Luther Panjaitan menegaskan stabilitas daya beli masyarakat menjadi faktor krusial yang menentukan keberlangsungan seluruh segmen industri otomotif nasional.
- Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan ekonomi nasional guna meredam dampak negatif ketegangan geopolitik global.
Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini mulai memicu alarm waspada dari para pelaku industri otomotif nasional termasuk raksasa otomotif asal China yakni BYD Indonesia.
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menyatakan keprihatinannya atas dinamika ekonomi yang tengah terjadi. Ia menegaskan bahwa faktor paling krusial bagi industri saat ini bukanlah sekadar teknologi melainkan stabilitas daya beli masyarakat.
“Kita sangat harapkan jangan sampai terjadi satu dampak kepada daya beli. Karena daya beli ini penting buat kita sebagai industri otomotif,” ujar Luther, di Bogor, Kamis (14 Mei 2026).
Penurunan daya beli diprediksi akan menghantam seluruh segmen pasar tanpa terkecuali. Dampaknya tidak hanya menyasar penetrasi mobil listrik atau EV namun juga merambah ke kendaraan bermesin konvensional maupun hybrid.
Jika ekonomi terus tertekan maka seluruh rantai industri otomotif akan merasakan imbas negatif secara langsung.
“Sudah tidak ngomong lagi EV, ngomongin ICE atau hybrid, tapi kalau daya beli yang terpukul tentunya secara keseluruhan dari industri,” kata Luther.
Meskipun tekanan eksternal cukup berat Luther menilai situasi ini merupakan dampak dari ketegangan geopolitik global yang memengaruhi stabilitas banyak negara.
Ia berharap segera ada langkah konkret untuk menstabilkan gejolak ekonomi tersebut agar industri tetap tumbuh.
“Mudah-mudahan segera ada jalan keluar terhadap situasi dan pergolakan ekonomi saat ini,” tuturnya.
Baca Juga: Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
Terkait potensi lonjakan harga kendaraan akibat membengkaknya biaya impor Luther menyebut hal itu belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri yang diterapkan pemerintah dinilai masih efektif menjadi perisai untuk meredam dampak fluktuasi mata uang asing.
Berdasarkan data pasar keuangan nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka Rp17.511 per dolar AS. Pelemahan tajam ini dipicu oleh tingginya volatilitas pasar yang mendorong hengkangnya investor asing dari pasar negara berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte