- Nilai tukar Rupiah tembus Rp17.680 per Dolar AS pada Mei 2026 yang memicu kepanikan.
- Harta kekayaan Perry Warjiyo melonjak drastis hingga 600 persen menyentuh angka Rp72,69 miliar.
- DPR mendesak Gubernur BI mundur meski ia optimis Rupiah menguat di bulan Agustus.
Suara.com - Kala masyarakat ketar-ketir melihat nilai tukar Rupiah yang terus menukik hingga menyentuh level Rp17.680 per Dolar AS pada Mei 2026, nasib berbeda justru dialami oleh sang penjaga gawang moneter kita, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Di tengah desakan mundur dari DPR karena dinilai gagal menstabilkan mata uang Garuda, harta kekayaan Perry justru melaju mulus bak mobil mewah yang terparkir di garasinya.
Simbol Kemewahan di Tengah Badai Moneter
Menelisik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbarunya (2024), ada satu aset yang sukses mencuri perhatian: sebuah mobil Mercedes Benz S450 keluaran tahun 2023.
Sedan premium asal Jerman ini bukan kendaraan sembarangan. Nilainya ditaksir mencapai Rp2.438.125.000.
Ia hanya memiliki satu mobil saja yang dilaporkan pada LHKPN terbarunya.
Keberadaan sedan super mewah ini seolah menjadi ironi tersendiri. Ketika instrumen moneter seperti intervensi pasar devisa hingga kenaikan yield SRBI tak mampu merem laju pelemahan Rupiah, Mercedes S450 milik sang Gubernur tetap nyaman dikendarai tanpa terimbas turbulensi ekonomi.
Lonjakan Kekayaan yang Fantastis
Keberadaan Mercy miliaran rupiah ini sangat masuk akal jika melihat grafik kekayaan Perry yang meroket tajam.
Baca Juga: Prabowo soal Rupiah Jeblok: Orang Desa Gak Pakai Dolar Kok!
Mari kita tarik mundur ke tahun 2015 saat ia masih menjabat sebagai Dewan Gubernur BI. Hartanya saat itu tercatat "hanya" Rp12 miliar.
Namun, per 2024, angka tersebut melonjak fantastis menjadi Rp72,69 miliar. Artinya, ada peningkatan kekayaan hingga 600% dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.
Lonjakan ini didominasi oleh deretan belasan tanah dan bangunan di Jakarta, Tangerang Selatan, Sleman, hingga Karawang yang nilainya mencapai Rp52,3 miliar.
Berikut grafik peningkatan harta Perry :
- 2017 : Rp15.452.596.865
- 2018 : Rp22.996.960.535
- 2019 : Rp29.828.162.346.
- 2020 : Rp35.779.457.478
- 2021 : Rp45.254.803.036
- 2022 : Rp48.900.632.393
- 2023 : Rp71.541.758.444
- 2024 : Rp72.693.371.439.
Kontras dengan Kinerja Rupiah dan Tuntutan DPR
Akumulasi pundi-pundi kekayaan pribadi ini sayangnya berbanding terbalik dengan nilai tukar Rupiah saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional