- NJKB BYD M6 DM mulai Rp 104 juta, tapi bukan harga OTR untuk konsumen.
- Harga melambung drastis akibat tambahan PKB, BBNKB 12%, PPN 12%, dan biaya administrasi lainnya.
- Estimasi OTR diprediksi tembus Rp 300 jutaan, kecuali ada kejutan strategi harga dari BYD.
Suara.com - Kehadiran MPV terbaru dari BYD, yakni M6 DM, sukses membetot perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Meski peluncuran resminya belum dibarengi dengan pengumuman harga On The Road (OTR), bocoran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mobil ini sudah tersebar luas dan bikin geger karena menyentuh angka Rp 100 jutaan saja.
Berdasarkan data yang terdaftar dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 11 Tahun 2026, BYD M6 DM (dengan kode MEH) didaftarkan dalam delapan varian. Nilai jual dasarnya sangat menggoda, mulai dari Rp 104 juta untuk tipe termurah (MEH-FWD-10T) hingga Rp 123 juta untuk tipe tertingginya.
Namun, tahan dulu euforianya. Angka NJKB tersebut bukanlah harga yang akan Anda bayarkan ke diler.
Apa Itu NJKB?
NJKB pada dasarnya hanyalah nilai atau harga pasaran umum atas suatu kendaraan sebelum dikenakan berbagai macam pajak dan pungutan resmi dari pemerintah.
Harga rata-rata ini ditarik dari berbagai sumber data yang akurat, namun murni sebagai "harga mentah".
Agar sebuah mobil bisa turun ke jalan secara legal dengan mengantongi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), ada rentetan pajak yang siap membuat harganya membengkak.
Rincian Pajak yang Bikin Harga Melambung
Setidaknya, ada beberapa komponen biaya dan pajak yang akan ditambahkan ke nilai NJKB sebuah mobil baru:
- Pajak Kendaraan Bermotor (PKB):
Tarifnya berbeda tiap daerah. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2022, tarif maksimal untuk kepemilikan pertama adalah 1,2%. Namun jika Anda berdomisili di Jakarta, siap-siap kena tarif 2%.
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB):
Ini adalah salah satu penyumbang biaya terbesar. Tarifnya ditetapkan paling tinggi 12%. Bahkan untuk daerah setingkat provinsi yang tidak terbagi dalam kabupaten/kota, tarifnya bisa tembus 20%.
Baca Juga: BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN):
Tarif PPN yang berlaku saat ini akan menyumbang tambahan 12% lagi dari harga dasar.
- Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM):
Besaran tarif ini sangat bergantung pada tingkat emisi yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut.
- Biaya Administrasi:
Jangan lupakan biaya cetak pelat nomor (TNKB), STNK, BPKB, hingga Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Estimasi Harga OTR BYD M6 DM: Tembus Rp 300 Juta?
Jika semua komponen pajak dan biaya administrasi di atas diakumulasikan, totalnya bisa mencapai sekitar 40 persen dari harga dasar kendaraan. Belum lagi ditambah margin keuntungan diler dan biaya distribusi.
Secara matematis, sangat masuk akal jika harga OTR BYD M6 DM nantinya melonjak tajam dan tembus ke angka Rp 300 jutaan saat dijual ke konsumen.
Meski begitu, di industri otomotif, strategi pricing selalu penuh kejutan. BYD pernah melakukan "anomali" saat menjual model Atto 1. Mobil listrik mungil tersebut justru dibanderol di bawah harga NJKB-nya. Sebagai catatan, NJKB Atto 1 tercatat di angka Rp 218 juta, namun harga jual resminya justru meluncur di angka Rp 195 juta untuk varian terendah.
Apakah strategi "banting harga" ala Atto 1 akan kembali diterapkan pada M6 DM demi merajai segmen MPV keluarga di Indonesia? Mari kita tunggu pengumuman resminya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung