- Toyota dan Honda mengalihkan fokus strategi global mereka dari mobil listrik murni menuju pengembangan teknologi kendaraan hybrid.
- Honda berencana meluncurkan 15 model hybrid baru hingga tahun 2030 guna meningkatkan profitabilitas serta menekan biaya produksi.
- Pemanfaatan bahan baku baterai untuk banyak mobil hybrid dinilai lebih efektif mengurangi emisi karbon dibanding mobil listrik.
Suara.com - Jika sebelumnya semua produsen berlomba-lomba mengejar teknologi mobil listrik murni (EV), kini raksasa otomotif mulai melirik kembali teknologi hybrid.
Langkah ini dipelopori oleh Toyota yang sejak 2025 cukup vokal meragukan dominasi penuh EV dalam waktu dekat, dan kini Honda secara resmi menyatakan akan mengikuti jejak serupa dengan melakukan investasi besar-besaran pada lini hybrid mereka.
Toyota telah lama berargumen bahwa dunia belum sepenuhnya siap untuk transisi total ke mobil listrik murni.
Melalui jajaran produk legendaris seperti Prius, Toyota tetap konsisten menawarkan opsi hybrid sebagai solusi transisi yang paling efisien.
Para eksekutif Toyota berpendapat bahwa infrastruktur pengisian daya yang belum merata, harga kendaraan yang masih sangat tinggi, hingga keterbatasan bahan baku baterai menjadi penghambat utama gerakan massal menuju EV.
Bagi Toyota, strategi yang lebih masuk akal adalah menyediakan berbagai pilihan mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan bertenaga hidrogen demi mencapai target netralitas karbon pada tahun 2050.
Kini, Honda yang sebelumnya tampak sangat ambisius mengejar target EV, memutuskan untuk melakukan reset strategi besar-besaran dalam bisnis otomotif globalnya.
Dalam pengarahan pers global di Tokyo, Toshihiro Mibe selaku pimpinan Honda mengungkapkan rencana perusahaan untuk meluncurkan 15 model hybrid baru secara global hingga tahun fiskal 2030.
Perubahan fokus ini merupakan bagian dari upaya Honda untuk membangun kembali profitabilitas bisnis mereka yang sempat tertekan.
Baca Juga: Berapa Harga BYD M6 DM? Ini Taksirannya Sebelum Diumumkan
Honda menargetkan rekor laba operasi pada tahun fiskal 2029 dengan cara meningkatkan efisiensi manufaktur dan mempercepat peluncuran model-model hybrid.
Langkah Honda ini dipandang sebagai bentuk pengakuan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada EV sulit diterapkan secara instan di semua wilayah.
Honda mengklaim sistem hybrid generasi terbaru mereka akan lebih hemat bahan bakar hingga 10 persen dan yang paling krusial, biaya produksinya turun lebih dari 30 persen dibandingkan sistem saat ini.
Dengan biaya produksi yang lebih murah, Honda berharap dapat meningkatkan margin keuntungan sekaligus menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar utama seperti Amerika Utara, Jepang, dan India, menurut Motorbeam.
Di balik keputusan para raksasa Jepang ini, terdapat logika efisiensi penggunaan baterai yang sangat kuat.
Beberapa data menunjukkan bahwa menggunakan pasokan bahan baku baterai yang terbatas untuk memproduksi banyak mobil hybrid jauh lebih efektif dalam mengurangi emisi karbon total dibandingkan jika bahan baku tersebut hanya digunakan untuk sedikit mobil listrik murni dengan baterai berkapasitas besar.
Berita Terkait
-
Berapa Harga BYD M6 DM? Ini Taksirannya Sebelum Diumumkan
-
Intip Harga Honda Stylo 160 yang Kian Curi Perhatian di Jalan Perkotaan
-
Update Harga 6 Mobil Listrik BYD Termurah Mei 2026, Tipe Hemat hingga Premium
-
Vario 160 Baru Berkode K2SM Kabarnya Siap Meluncur, Sasis eSAF Dapat Racikan Baru?
-
VinFast VF MPV 7 Buatan Subang Resmi Mengaspal Ramaikan Segmen Mobil Listrik Keluarga
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Usai Gagal Merger dengan Honda, Ini 3 Strategi Nissan untuk Bangkit
-
Jakarta-Bali Tanpa Pusing Isi BBM? Membedah Gila-gilaan Jarak Tempuh Teknologi Mobil BYD DM
-
Nissan Tertarik Gelontorkan Mobil Murah tapi Bukan EV
-
Kecanggihan Baterai Blade BYD Dinilai Berpotensi Jadi Beban Biaya Perawatan Bagi Konsumen
-
Bukan Avanza atau Xpander, Low MPV Bekas Rp 100 Jutaan Ini Punya Bantingan Suspensi Khas Mobil Eropa
-
Strategi Toyota Perkuat Posisi di Pasar Otomotif dengan Suku Cadang Murah T-OPT
-
Berapa Harga dan Pajak BYD M6 di Indonesia?
-
Berapa Harga BYD M6 DM? Ini Taksirannya Sebelum Diumumkan
-
Dominasi Daihatsu di Segmen Harga Bawah Rp 300 Juta Belum Terbendung Pesaing
-
Intip Harga Honda Stylo 160 yang Kian Curi Perhatian di Jalan Perkotaan