Otomotif / Mobil
Kamis, 21 Mei 2026 | 14:34 WIB
Honda HR-V hybrid. (Foto: Honda Prospect Motor)
Baca 10 detik
  • Toyota dan Honda mengalihkan fokus strategi global mereka dari mobil listrik murni menuju pengembangan teknologi kendaraan hybrid.
  • Honda berencana meluncurkan 15 model hybrid baru hingga tahun 2030 guna meningkatkan profitabilitas serta menekan biaya produksi.
  • Pemanfaatan bahan baku baterai untuk banyak mobil hybrid dinilai lebih efektif mengurangi emisi karbon dibanding mobil listrik.

Sebagai gambaran, material baterai yang dibutuhkan untuk satu mobil pikap listrik besar sebenarnya bisa digunakan untuk membuat puluhan unit mobil hybrid.

Distribusi baterai yang lebih merata ke banyak kendaraan hybrid dinilai mampu memangkas emisi secara kolektif dengan lebih cepat di tengah ancaman kelangkaan pasokan litium dan nikel dunia.

Strategi baru Honda yang disebut sebagai "Triple Half" juga akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat lini masa pengembangan produk mereka.

Meskipun Honda tetap berkomitmen pada visi jangka panjang netralitas karbon, perusahaan kini memilih pendekatan yang lebih seimbang antara hybrid dan EV.

Fenomena kembalinya Honda ke jalur hybrid mempertegas bahwa teknologi ini bukan sekadar jembatan sementara, melainkan solusi pragmatis yang paling dicari konsumen saat ini di tengah ketidaksiapan infrastruktur EV global.

Load More