- BYD resmi menghentikan produksi mobil listrik Sealion 7 untuk pasar domestik China akibat rendahnya minat konsumen lokal.
- Keputusan tersebut diambil setelah penjualan domestik pada paruh pertama 2026 hanya mencapai 100 hingga 300 unit per bulan.
- BYD mengalihkan kapasitas produksi domestik guna memenuhi tingginya permintaan ekspor Sealion 7 yang terus meningkat secara global.
Suara.com - BYD menghentikan produksi Sealion 7 untuk pasar domestik China. Langkah ini dilakukan karena minat konsumen lokal terhadap SUV listrik itu terus menurun. Di sisi lain, permintaan untuk ekspor justru meningkat.
Melansir Carnewschina, Sealion 7 yang dipasarkan di China dengan nama Sealion 07 EV kini sudah tidak lagi tersedia di laman resmi BYD. Jalur produksi yang sebelumnya memasok kebutuhan pasar domestik juga telah dialihkan untuk memenuhi permintaan ekspor.
Sepanjang paruh pertama 2026, penjualan Sealion 07 EV di pasar domestik hanya berkisar 100 hingga 300 unit per bulan. Kondisi itulah yang akhirnya membuat BYD memutuskan untuk menghentikan pasokan model tersebut di dalam negeri.
Sementara itu, performa Sealion 7 di pasar internasional justru menunjukkan tren positif. Pada Juni 2026, volume ekspor model tersebut mencapai 12.636 unit dan turut berkontribusi terhadap total pengiriman kendaraan BYD ke luar negeri yang mencapai 174.897 unit dalam sebulan.
Secara global, keluarga Sealion membukukan penjualan sebanyak 47.624 unit sepanjang Juni 2026. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, total penjualannya telah mencapai 178.358 unit.
Di Australia, Sealion 7 berhasil mencatat penjualan sebanyak 4.730 unit pada Juni 2026. Capaian tersebut membuat total penjualannya di negara itu menembus lebih dari 25.000 unit sejak diluncurkan pada Februari 2025.
Tak hanya itu, BYD juga terus memperluas pemasaran Sealion 7 ke berbagai negara termasuk ke Afrika Selatan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekspansi global kendaraan listriknya.
Dengan demikian, keputusan menghentikan pasokan Sealion 7 di pasar domestik membuat BYD bisa memanfaatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan dari pasar ekspor. Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional yang menawarkan margin lebih tinggi dibandingkan pasar China.
Baca Juga: Toyota Ungkap Alasan Belum Tertarik Rilis Hilux PHEV Meski Pesaing Mulai Bermunculan
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali
-
Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07
-
Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal
-
Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?