- Harga suku cadang baru Ducati naik 20% mulai 8 Juni 2026 akibat Rupiah melemah.
- Pelemahan nilai tukar dan ekonomi global memicu lonjakan biaya impor suku cadang.
- Harga lama masih berlaku untuk stok yang tersedia, segera amankan sebelum kehabisan!
Suara.com - Gejolak ekonomi global yang mengganggu rantai pasok (supply chain) suku cadang, ditambah tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing belakangan ini, nyatanya tak hanya menjadi pusingan para ekonom.
Efek domino dari membengkaknya biaya impor kini sudah merembet langsung ke urusan garasi para bikers.
Khususnya bagi Anda para pemilik moge premium asal Bologna, Italia, bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam demi merawat motor kesayangan.
Ducati Indonesia baru saja mengeluarkan pengumuman penting bagi seluruh Ducatisti. Per tanggal 8 Juni 2026, telah diberlakukan penyesuaian (kenaikan) harga sebesar 20% untuk pemesanan suku cadang baru di luar stok yang ada saat ini.
Catatan pentingnya: kenaikan ini berlaku terpisah dan di luar penyesuaian harga yang sebelumnya sudah diterapkan.
Mengenai alasan di balik keputusan berat ini, pihak Ducati Indonesia dalam keterangan tertulisnya pada unggahan akun Instagram resminya:
"Penyesuaian ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global yang mempengaruhi rantai pasok suku cadang, serta pelemahan nilai tukar uang saat ini yang berdampak langsung pada biaya pengadaan barang impor."
Apa Artinya Buat Para Ducatisti?
Jika motor Anda sudah mendekati jadwal servis besar (seperti Desmo Service yang membutuhkan penggantian timing belt, shim valve, dll) atau butuh penggantian komponen fast-moving dalam waktu dekat, memesan suku cadang impor baru saat ini sama saja dengan membayar ekstra secara signifikan.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
Trik Mengakali Kenaikan Harga:
Meski aturan baru sudah berlaku, jangan panik dulu! Seperti kutipan penutup dari pengumuman resmi Ducati Indonesia
"Harga lama masih berlaku untuk stok yang tersedia hari ini."
Ini adalah momen paling strategis untuk segera mengamankan sisa stok suku cadang di bengkel resmi sebelum kehabisan. Anda bisa fokus memborong parts yang pasti akan Anda butuhkan ke depannya, seperti:
- Filter oli dan filter udara
- Kampas rem (Brake pads)
- Timing belt
- Set gir dan rantai (Sprocket & Chain)
- Cairan pelumas dan coolant
Daripada harus membayar 20% lebih mahal untuk suku cadang yang harus diimpor dengan nilai tukar saat ini, memborong stok harga lama yang tersisa adalah langkah paling cerdas untuk menghemat pengeluaran maintenance tahunan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Update Harga Matic 125cc Juni 2026: Vario dan Gear Ketar-ketir Tunggu Banderol Kawasaki Brusky
-
Mazda Dalam Penyelidikan Pasca Tersangkut Masalah Recall Produk
-
5 Motor yang Ongkos Bongkar Bodinya Bisa Lebih Mahal dari Harga Sparepart
-
Mobil Baru Nissan Penantang Calya: Harga 100 Jutaan, Konsumsi Bensin 19,3 Km/L
-
Toyota Usahakan Lahirnya Mobil Listrik Manual, Gearbox Palsu Jadi Solusi?
-
Honda ADV160 Kalah Telak? Kenalan Sama Skutik Adventure Murah dengan Tangki Raksasa
-
Bukan LCGC, Pakar Ungkap Inilah Mobil Keluarga 100 Jutaan yang Layak Dibeli
-
Kalah Saing Honda Pilih Hentikan Penjualan Mobil di Korea Selatan Mulai 2026
-
Kawasaki Brusky vs 3 Kompetitor Motor Matic 125cc, Mending Mana?
-
Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen