Otomotif / Motor
Rabu, 24 Juni 2026 | 15:25 WIB
New Honda Vario Evo 160 Jadi Produk Skutik Terbaru dari PT Astra Honda Motor. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • PT Astra Honda Motor resmi meluncurkan New Honda Vario Evo 160 di Cikarang pada Rabu, 24 Juni 2026.
  • Skutik ini menggunakan mesin 160cc eSP+ dengan harga jual mulai dari Rp28,5 juta hingga Rp31,4 juta rupiah.
  • Model ini bersaing kompetitif melawan jajaran motor Yamaha MAXi dalam hal performa, fitur, serta harga di pasar.

Suara.com - Persaingan motor matic tanah air kembali memanas setelah PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan New Honda Vario Evo 160 pada Rabu, (24/6/2026), di Cikarang.

Langkah ini diambil AHM untuk menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap skutik performa tinggi yang punya desain agresif.

Sesuai namanya, "Evo" yang berarti evolusi membawa perubahan besar pada sisi desain bodi depan yang kini tampil lebih tajam daripada generasi sebelumnya.

Motor ini tetap mengandalkan mesin 160cc 4 katup eSP+ yang bertenaga dengan harga jual mulai dari Rp28,5 juta hingga Rp31,4 juta untuk tipe tertinggi.

President Director PT Astra Honda Motor, Yuichi Shimizu, menegaskan bahwa New Honda Vario Evo 160 merupakan hasil penyempurnaan besar yang memadukan kecepatan dan karakter aerodinamis.

Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox 155, Aerox Alpha, dan Lexi 155

Yamaha Aerox Alpha 2026 (Yamaha Indonesia)

Dalam pengujian performa, New Honda Vario Evo 160 diklaim mampu mencatatkan waktu akselerasi 0-200 meter hanya dalam 11,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 109 km/jam.

Kehadiran Vario Evo 160 langsung berhadapan dengan tiga jagoan dari keluarga Yamaha MAXi yang sudah lebih dulu punya basis penggemar kuat, yakni Yamaha Aerox Alpha "TURBO", Yamaha All New Aerox Connected, dan Yamaha LEXi LX 155.

Jika bicara soal harga, Vario Evo 160 diposisikan sangat kompetitif. Versi termurahnya yang berada di angka Rp28,5 juta harus bersaing ketat dengan Yamaha LEXi LX 155 tipe standar seharga Rp27,55 juta dan Yamaha All New Aerox Connected standar yang dibanderol Rp28,88 juta.

Sementara itu, untuk varian premium, Yamaha Aerox Alpha "TURBO" bermain di kelas yang lebih tinggi dengan rentang harga Rp30,4 juta hingga Rp41,93 juta untuk tipe Ultimate.

Baca Juga: Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Masuk ke urusan dapur pacu, persaingan performa antara keempat motor ini terbilang sangat tipis. New Honda Vario Evo 160 menghasilkan daya maksimum 11,3 kW pada 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 14,0 Nm.

Di sisi lain, ketiga rivalnya dari Yamaha kompak menggunakan mesin 155cc Blue Core VVA yang menghasilkan tenaga 11,3 kW pada 8.000 rpm.

Namun, ada sedikit perbedaan pada angka torsi; Yamaha Aerox Alpha dan LEXi LX 155 unggul tipis dengan torsi 14,2 Nm, sedangkan Aerox Connected berada di angka 13,9 Nm.

Fitur unggulan masing-masing apa saja?

Yamaha Aerox 155. (Yamaha Indonesia)

Dari segi fitur, Vario Evo 160 menawarkan paket fungsionalitas harian seperti bagasi 18 liter, USB Type-C charger, dan panel meter digital lengkap.

Namun, Yamaha Aerox Alpha "TURBO" mencoba mencuri perhatian dengan teknologi Yamaha Electric CVT (YECVT) yang memberikan sensasi "Turbo" serta fitur navigasi Google Maps langsung di layar TFT.

Untuk pengendara yang mencari kenyamanan ekstra, Yamaha LEXi LX 155 menawarkan desain flat footboard yang luas dan bobot teringan di kelasnya, sehingga lebih lincah untuk bermanuver di kemacetan kota.

Yamaha Lexi 155 Vietnam (Yamaha Vietnam)

Keamanan menjadi standar penting bagi para produsen ini, di mana sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) dan fitur Smart Key sudah tersedia pada varian tertentu dari masing-masing model.

Pilihan kini kembali ke tangan konsumen, apakah lebih menyukai evolusi desain tajam ala Vario Evo, sensasi berkendara modern dengan Aerox Alpha, atau fungsionalitas dek rata yang ditawarkan oleh Lexi 155.

Persaingan di kelas skutik 150-160cc ini dipastikan bakal membuat pilihan motor baru di tahun 2026 menjadi semakin beragam dan menarik untuk disimak.

Load More