- Polytron mencatatkan 344 unit wholesales mobil listrik di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Mei tahun 2026.
- Pencapaian tersebut menempatkan Polytron di posisi ke-31, melampaui volume distribusi merek global seperti Kia, Nissan, dan Subaru.
- Produksi mobil listrik berbasis CKD di dalam negeri berhasil meningkatkan daya saing Polytron di pasar otomotif nasional.
Suara.com - Polytron, merek elektronik asal Indonesia yang kini merambah ke industri otomotif, mencatatkan kiprah menarik di pasar mobil listrik nasional.
Polytron bersaing langsung dengan merek-merek besar seperti Kia, Nissan, Volkswagen, Mini Cooper, dan Subaru.
Menariknya, Polytron justru unggul dalam volume distribusi dibandingkan nama-nama tersebut.
Fakta ini menunjukkan bahwa mobil listrik rakitan lokal bisa bersaing dengan brand Jepang maupun Jerman.
Ungguli sejumlah nama tenar
Berdasarkan data GAIKINDO periode Januari–Mei 2026, Polytron berhasil menempati peringkat ke-31 dengan total wholesales 344 unit.
Angka ini memang belum besar, tetapi cukup mengejutkan karena mampu melampaui beberapa merek global yang sudah lama hadir di Indonesia.
Kia hanya mencatat 273 unit, Nissan 145 unit, Volkswagen 91 unit, Mini Cooper 180 unit, dan Subaru 89 unit.
Data ini diambil dari periode Januari hingga Mei 2026. Dalam kurun waktu lima bulan, Polytron berhasil mencatatkan lonjakan signifikan terutama pada bulan Mei, di mana distribusi mencapai 105 unit.
Baca Juga: Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
Angka tersebut naik hampir empat kali lipat dibandingkan Maret yang hanya mencatat 26 unit.
Lokasi menentukan "prestasi"
Polytron memproduksi mobil listriknya secara CKD (Completely Knocked Down) di dalam negeri.
Hal ini memberi keuntungan dari sisi harga dan ketersediaan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik.
Dengan distribusi yang lebih tinggi dibanding merek global, Polytron mulai menunjukkan potensi untuk menjadi pemain penting di pasar domestik.
Kehadiran Polytron di daftar GAIKINDO bukan sekadar angka. Pencapaian ini menandakan bahwa konsumen Indonesia mulai memberi perhatian pada mobil listrik lokal.
Berita Terkait
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak
-
Ada Lebih dari 10 Varian, Ini Beda Harga dan Fitur Yamaha Nmax Turbo dan Nmax 155
-
5 Motor Irit Bensin, Hemat Servis dan Anti Ngebut: Pas buat Pelajar, Orang Tua Bebas Risau
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru