Otomotif / Mobil
Rabu, 08 Juli 2026 | 19:02 WIB
Ilustrasi Toyota Hilux PHEV. [Paultan].
Baca 10 detik
  • Toyota memutuskan menunda produksi mobil pick-up PHEV karena teknologi saat ini belum memenuhi kebutuhan performa kendaraan komersial.
  • Pihak Toyota menilai tambahan bobot sistem elektrifikasi akan mengurangi kapasitas angkut serta kemampuan menarik beban kendaraan secara signifikan.
  • Toyota akan terus mempelajari perkembangan teknologi sebelum merilis produk pick-up ramah lingkungan yang benar-benar tepat bagi pelanggan.

Suara.com - Toyota memilih mengambil langkah berbeda di tengah tren meningkatnya penggunaan teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV pada segmen mobil pick-up.

Pabrikan asal Jepang tersebut menilai teknologi PHEV saat ini belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan kendaraan pekerja keras seperti Toyota Hilux.

Padahal saat ini sejumlah produsen global mulai gencar menghadirkan mobil pick-up PHEV. Beberapa di antaranya adalah Ford Ranger PHEV, BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha, Nissan Frontier Pro, hingga Chery Stockman.

Meskipun kompetisi semakin ketat, Toyota menegaskan tidak akan terburu-buru mengikuti langkah tersebut dalam waktu dekat.

Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia Ray Munday mengungkapkan bahwa tantangan terbesar penerapan teknologi PHEV pada segmen mobil pick-up adalah bobot tambahan dari sistem elektrifikasi. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi kapasitas angkut sekaligus kemampuan menarik beban yang menjadi fitur utama kendaraan komersial.

"Kami menyadari persaingan di segmen ini cukup kuat dan kami terus mempelajarinya. Tetapi sampai teknologinya siap, kami tidak akan terburu-buru meluncurkan produk," ujar Ray Munday dikutip dari Carscoops, Rabu (8/7/2026).

Toyota merasa khawatir jika Hilux PHEV nantinya tidak mampu menyamai performa versi diesel yang memiliki kemampuan menarik beban hingga 3.500 kg serta daya angkut sekitar 1 ton.

Kekhawatiran ini berkaca pada performa Hilux Battery Electric Vehicle (BEV) yang saat ini tercatat hanya memiliki kemampuan menarik beban sebesar 2.000 kg.

Hingga saat ini Toyota masih memfokuskan pengembangan teknologi PHEV pada kategori mobil penumpang dan SUV. Walaupun demikian, peluang untuk menghadirkan Hilux PHEV di masa depan tetap terbuka lebar asalkan teknologinya sudah benar-benar matang.

Baca Juga: Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Wakil Presiden Sales Marketing and Franchise Operations Toyota Australia John Pappas menambahkan bahwa setiap teknologi baru harus menjawab kebutuhan pasar secara tepat.

"Kami terus mempelajari berbagai solusi powertrain. Namun, teknologi tersebut harus benar-benar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Jika nantinya kami menghadirkan teknologi baru melalui investasi riset dan pengembangan yang besar, kami ingin memastikan teknologi itu memang tepat untuk pasar kami," pungkas John Pappas.

Load More