- PT Isuzu Astra Motor Indonesia memproduksi kendaraan niaga di Karawang menggunakan komponen dari pemasok lokal dan mancanegara.
- Proses perakitan meliputi pengelasan robotik, pelapisan antikarat, hingga penyatuan kabin dengan sasis melalui sistem produksi presisi tinggi.
- Produksi Isuzu GIGA membutuhkan waktu empat puluh menit, sedangkan model ELF dan Traga selesai setiap tujuh menit.
Suara.com - Proses perakitan kendaraan niaga di Indonesia ternyata memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Di balik ketangguhan Isuzu GIGA, ELF, serta Traga yang merajai jalanan di Indonesia, terdapat sistem produksi presisi di Isuzu Karawang Plant.
Komponen kendaraan tersebut bersumber dari skema completely knocked down (CKD) mancanegara serta ratusan pemasok lokal. Engineering and Production Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rodko Purba menjelaskan bahwa saat ini Isuzu bekerja sama dengan 117 pemasok guna menyuplai kebutuhan material pabrik.
"Untuk Giga, Elf, Traga proses sama saja. Jadi kalau dari awal, kita ini fokusnya memang dari supplier. Supplier itu sebenarnya ada dua. Dari CKD sendiri, CKD sudah ada dari Thailand, ada dari Jepang, juga dari Filipina. Kedua, supplier," ujar Rodko, Selasa (21/7/2026).
Setelah panel bodi melalui tahap pengelasan yang menggunakan teknologi robotik dan manual, kabin kendaraan masuk ke proses ED coating. Tahap ini krusial untuk memberikan lapisan antikarat sebelum masuk ke oven pengeringan dan pengecatan. Setelah itu dilakukan pemasangan komponen interior atau trimming serta penyatuan kabin dengan sasis yang dikenal dengan istilah docking.
Meski tahapannya serupa, kecepatan produksi setiap model memiliki perbedaan signifikan yang disebut takt time. Isuzu GIGA yang memiliki dimensi besar serta spesifikasi kompleks membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk melahirkan satu unit baru dari lini produksi.
"Nah prosesnya itu, kalau Giga itu ada namanya takt time. Takt time itu kalau di Giga sehari ini 40 menit. Artinya setiap 40 menit keluar satu unit," jelas Rodko.
Berbeda dengan GIGA, lini produksi untuk kendaraan menengah dan ringan justru berjalan jauh lebih gesit. Isuzu ELF serta Traga hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk selesai dirakit sepenuhnya dan siap dikirim ke konsumen.
"Kalau ELF sama Traga, tujuh menit. Artinya setiap tujuh menit keluar satu kendaraan," pungkasnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mobil Pikap Ternyata Isuzu Traga Bisa Disulap Jadi Bus Penumpang
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bikin Cemas! Penampilan Terbaru Salman Khan yang Tampak Lemah dan Menua Jadi Sorotan
-
Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
-
Di Balik Layar Kesuksesan UMKM, Sosok Mantri BRI yang Tak Lelah Mendampingi
-
Efisiensi Pabrik Isuzu Karawang Melahirkan Unit Traga dan Elf Setiap Tujuh Menit
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis
-
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina
-
3 Zodiak yang Diprediksi Menarik Kekayaan Besok 22 Juli 2026, Pintu Rezeki Terbuka
-
Pindar Samir Tumbuh 84% di Semester Pertama 2026
-
Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM