6 Cara Memilih Helm Motor yang Sesuai dengan Standar Keselamatan SNI

Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB
cara memilih helm sni (magnific)
  • Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mewajibkan pengendara sepeda motor di Indonesia menggunakan helm berstandar SNI untuk perlindungan kepala.
  • Helm SNI yang telah melalui pengujian ketat tersedia dalam berbagai jenis seperti full face, half face, dan modular.
  • Pengendara harus memilih ukuran tepat, memeriksa cangkang dan busa, serta menguji tali pengaman sebelum membeli helm.

1. Pilih ukuran yang sesuai

Ukuran helm harus pas dengan kepala, bukan sekadar terasa nyaman ketika pertama kali dicoba. Helm yang terlalu longgar dapat mudah bergeser, sedangkan helm yang terlalu sempit dapat menimbulkan tekanan dan rasa tidak nyaman.

Ukur lingkar kepala menggunakan meteran dari area sedikit di atas alis hingga bagian kepala yang paling lebar. Gunakan hasil pengukuran tersebut sebagai panduan, kemudian tetap coba helm secara langsung karena bentuk kepala setiap orang berbeda.

2. Periksa kondisi cangkang helm

Cangkang luar atau shell merupakan bagian yang menerima benturan dari luar. Periksa permukaannya untuk memastikan tidak terdapat retakan, kerusakan, atau cacat produksi.

Material helm dapat berbeda-beda, tetapi keberadaan standar keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama daripada sekadar mengejar material yang dianggap paling mahal.

3. Pastikan lapisan dalam masih baik

Bagian dalam helm umumnya memiliki lapisan penyerap energi benturan. Pastikan busa tidak rusak, terlepas, atau mengalami perubahan bentuk yang berlebihan.

Helm yang pernah mengalami benturan keras sebaiknya tidak digunakan kembali meskipun kerusakan pada bagian luarnya tidak terlihat jelas.

4. Cek tali pengaman

Kencangkan tali helm sesuai petunjuk dan pastikan penguncinya dapat bekerja dengan baik. Tali yang terpasang dengan benar membantu mempertahankan posisi helm ketika terjadi benturan.

Jangan menggunakan helm tanpa mengunci tali hanya karena perjalanan yang ditempuh dekat.

5. Perhatikan ventilasi

Sistem ventilasi dapat membuat penggunaan helm terasa lebih nyaman, terutama ketika berkendara dalam cuaca panas atau perjalanan panjang. Lubang ventilasi yang baik membantu mengurangi udara panas yang terperangkap di dalam helm.

6. Sesuaikan dengan kebutuhan berkendara

Helm untuk perjalanan harian tidak selalu memiliki kebutuhan yang sama dengan helm untuk touring. Pertimbangkan jarak perjalanan, kondisi jalan, durasi penggunaan, serta fitur yang memang diperlukan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com