Honda Cars India dikabarkan tengah menyiapkan kendaraan SUV ringkas (compact SUV) baru berkapasitas mesin 1.200 cc. Menariknya, alih-alih memanfaatkan mesin internal milik Honda Brio, pabrikan asal Jepang ini dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan Horse Powertrain untuk memasok dapur pacu tersebut.
Pasokan Mesin 1.2L dari Horse Powertrain, Bukan Mesin Brio
Suara.com - Rumor kehadiran SUV ringkas baru Honda bermesin 1.200 cc sempat memicu spekulasi bahwa kendaraan ini bakal menggendong mesin 1.2L i-VTEC empat-silinder milik Honda Brio.
Namun, laporan terbaru Motorbeam menunjukkan strategi yang berbeda. Honda Cars India justru dikabarkan sedang menjajaki kemitraan dengan Horse Powertrain untuk menyuplai mesin 1.2-liter.
Horse Powertrain sendiri merupakan perusahaan joint venture (usaha patungan) antara Renault Group dan Geely, dengan pemegang saham dari Saudi Aramco.
Perusahaan ini mengkhususkan diri pada pengembangan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) serta teknologi daya hibrida.
Langkah mengambil pasokan mesin dari pihak luar menjadi strategi efisiensi bagi Honda.
Dengan bekerja sama dengan Horse Powertrain, Honda dapat memperoleh akses langsung ke berbagai pilihan bahan bakar—mulai dari bensin, hibrida, hingga gas alam terkompresi (CNG)—tanpa perlu mengeluarkan biaya riset dan investasi besar untuk merancang keluarga mesin baru secara mandiri.
Pakai Basis Platform Honda Indonesia dan Target Harga Terjangkau
Meskipun tidak menggunakan mesin Brio, SUV ringkas baru Honda ini tetap memiliki keterkaitan dengan pasar Asia Tenggara. Proyek SUV baru ini dilaporkan sedang dievaluasi menggunakan basis platform yang sudah digunakan oleh Honda di Indonesia.
Mobil ini dirancang untuk memperkuat posisi Honda di segmen compact SUV yang sangat mengutamakan keterjangkauan harga serta efisiensi biaya operasional.
Dari sisi jadwal, proses produksi massal SUV ringkas ini diperkirakan secara tentatif baru akan dimulai pada Oktober 2028.
Kehadiran opsi mesin hibrida dan CNG pada model ini disiapkan untuk menjawab regulasi emisi yang kian ketat sekaligus memenuhi permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Perubahan Strategi Pengembangan: Pangkas Waktu Riset Jadi 30 Bulan
Penjajakan mesin dengan Horse Powertrain menjadi bagian dari transformasi besar pada strategi pengembangan produk Honda.
Honda berupaya memangkas siklus pengembangan mobil baru (full model change) dari semula memakan waktu sekitar 49 bulan menjadi hanya 30 bulan.
Guna mempercepat proses tersebut, Honda menggandeng beberapa mitra teknologi eksternal. Tata Technologies dipertimbangkan untuk menangani desain bodi dan rekayasa teknik kendaraan, sementara perusahaan TCS dipercaya menggarap sistem hiburan (infotainment).
Melalui pendekatan ini, proses pengerjaan desain, pengujian, hingga pemetaan pemasok komponen dapat berjalan secara bersamaan.
Di samping itu, proyek platform sebelumnya bernama PF2—yang tadinya disiapkan untuk fondasi penerus Honda City dan Elevate—dilaporkan telah dihentikan.
Meski demikian, pihak Honda Cars India menegaskan bahwa pengembangan produk ke depan akan makin disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal melalui pemanfaatan sumber daya rekayasa teknik domestik.