- Carscoops melaporkan posisi netral pada transmisi mobil otomatis berfungsi memutus tenaga mesin ke roda penggerak.
- Fungsi daruratnya adalah memudahkan kendaraan didorong saat mogok dan membantu menghentikan laju ketika pedal gas macet.
- Pengemudi dilarang sering memindahkannya ke posisi netral di lampu merah karena memicu keausan komponen internal.
Suara.com - Mobil bertransmisi otomatis atau mobil matik memberikan kepraktisan berkendara karena pengemudi tidak perlu repot mengoperasikan kopling manual. Pengemudi cukup menggeser tuas ke posisi Drive (D) untuk mulai melaju. Kendati demikian, terdapat posisi lain pada tuas transmisi yang menyimpan peran cukup krusial, yakni posisi Netral (N).
Melansir Carscoops, posisi netral pada transmisi otomatis baik tipe torque converter, Dual-Clutch Transmission (DCT), maupun Continuously Variable Transmission (CVT), berfungsi memutus penyaluran tenaga mesin ke roda penggerak. Dengan begitu, mesin tetap dapat menyala tanpa membuat kendaraan bergerak.
Fungsi ini sangat berguna sewaktu kendaraan harus dipindahkan dalam kondisi mesin mati, seperti saat mengalami mogok atau perlu didorong menuju bengkel. Selain itu, posisi N dapat menjadi fitur penyelamat saat pedal gas macet. Pengemudi bisa memindahkan tuas ke posisi netral untuk menghentikan dorongan mesin ke roda sehingga laju kendaraan dapat dikendalikan melalui rem.
Dalam kondisi darurat tersebut, memindahkan tuas ke N jauh lebih aman dibandingkan mendadak mematikan mesin. Sebab, mematikan mesin sewaktu mobil melaju berisiko membuat sistem pengereman dan power steering kehilangan daya bantunya.
Kendati memiliki fungsi esensial, pengemudi sebaiknya tidak terlalu sering memindahkan tuas ke posisi N. Menggeser tuas ke netral saat berhenti di lampu merah atau melintasi jalan menurun tidak terbukti menghemat bahan bakar secara signifikan. Kebiasaan menggerakkan tuas transmisi secara terus-menerus tanpa kebutuhan mendesak justru mempercepat keausan komponen internal.
Kewaspadaan juga diperlukan saat kendaraan matik harus diderek. Menderek mobil berjarak jauh dalam posisi mesin mati berisiko merusak komponen girboks. Hal ini disebabkan oleh pompa sirkulasi pelumas transmisi yang umumnya bekerja mengikuti putaran mesin. Jika mesin mati, pelumasan komponen internal menjadi tidak maksimal. Sementara untuk posisi parkir, pengemudi sangat disarankan menggunakan posisi Park (P) guna mengaktifkan parking pawl pengunci transmisi.