/
Selasa, 14 Maret 2023 | 08:00 WIB
Vokalis band Radja, Ia Kasela menceritakan detik-detik terjadinya ancaman pembunuhan yang mereka dapatkan usai manggung di Johor, Malaysia. (Foto: Suara.com - Adiyoga Priyambodo)

SuaraPekanbaru.id- Ancanam pembunuhan yang diterima oleh personel band Radja terjadi ketika usai melaksanakan manggung pada konser mereka di Johor, Malaysia.

Ian kasela mengungkapkan detik-detik terkait dengan kronologi ancaman pembunuhan itu.

Sang vokalis mengatakan, kalau kejadian ancaman tersebut terjadi ketika mereka selesai beraksi di atas panggung konser.

Mereka terlebih dahulu melayani permintaan foto dengan para penggemarnya.

Setelah itu, mereka diminta memasuki .sebuah ruangan. Karena disebutkan ada salah satu pejabat setempat yang hendak meminta foto bersama personel band Radja.

Pihak penyelenggara konser pun dikatakan Ian Kasela, mengatakan kalau pejabat itu merupakan salah satu penggemar.

Maka dari itu, para personel Radja menunggu kehadiran pejabat yang dimaksud. Hanya saja orang yang ditunggu tidak kunjung datang.

Bukannya datang pejabat yang dimaksud,para personel Radja didatangi banyak orang yang tak dikenal.

Ian Kasela beserta kawan-kawan pun dikunci dari dalam ruangan bersama dengan rombongan pria yang disebutkan mencapai puluhan orang.

Baca Juga: Kata Sri Mulyani Soal Transaksi Janggal Rp300 Triliun, 964 Karyawan Diduga 'Bermain' 16 Pegawai Diusut Hukum

"Tapi setelah itu kita disekap dalam kamar, datang dengan kurang lebih 20 orangan. Di luar ruangan itu pun banyak sekali ya," ungkap Ian Kasela kepada awak media di Mabes Polri Senin, (13/3/2023) kemarin.

Ian mengatakan kalau mereka masuk tanpa memberikan salam dan bas abasi apapun.

"Kan di dalam ruangan itu mereka masuk tanpa ada salam, Assalamu'alaikum, tanpa ada hei, apa-apa. Mereka langsung marah, dengan nada tinggi maki-maki kita dengan bahasa mereka," ungkapnya.

Bahkan Ian Kasela mengaku bersama temannya diminta duduk di lantai. Ian habis kena marah hingga diancam dibunuh oleh salah seorang dari rombongan pria berjumlah 20 orang.

Band Radja mendatangi Mabes Polri usai mendapatkan ancaman pembunuhan setelah konser mereka di Johor Malaysia. Mereka disarankan untuk mendatangi Interpol juga. (sumber: Foto: Suara.com - Adiyoga Priyambodo)

"Jadi kita udah nggak berdaya, kita dibuat diem. Kita mau ngomong dibentak. Gua coba mau meredam, badan gua didorong gua mundur ke belakang, gua duduk," ungkapnya.

Usai memaki band Ian Kasel berama kawannya, 20 orang tersebut pergi ke luar ruangan meninggalkan mereka. Setelah itu semua personel langsung bergegas angkat kaki.

Load More