News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 23:33 WIB
Proses evakuasi korban kecelekaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. [Basarnas]
Baca 10 detik
  • Dua kereta api bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB malam.
  • Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan pada sarana kereta yang terlibat kecelakaan itu.
  • Manajemen KAI memadamkan aliran listrik untuk proses evakuasi serta berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan para penumpang terdampak.

Suara.com - Insiden tabrakan kereta api yang melibatkan dua rangkaian sekaligus menggegerkan warga di sekitar area Stasiun Bekasi Timur (BKST), Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB tersebut melibatkan PLB 4B KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Kereta dilaporkan menemper PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang yang mengakibatkan kerusakan pada sarana kereta.

Guna mempercepat pemulihan jalur, petugas di lapangan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan lokasi kejadian secara saksama.

Manajemen KAI juga mengambil langkah darurat dengan menonaktifkan aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur.

Pemadaman listrik yang mencakup area emplasemen Bekasi Timur ini bertujuan
menjamin keselamatan tim penolong selama proses evakuasi sarana berlangsung.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memberikan keterangan resmi
mengenai dampak fatal dari kecelakaan hebat tersebut.

Franoto mengonfirmasi bahwa terdapat nyawa yang melayang dalam insiden yang
terjadi di pengujung Senin malam itu.

"Di rumah sakit, ada dua korban meninggal dunia," ujarnya di lokasi kejadian.

Baca Juga: KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

Namun hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah seluruh penumpang yang terdampak.

"Untuk total korban, belum ada catatan resmi," lanjut Franoto.

Yang jelas, manajemen KAI memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan bagi para penumpang yang terdampak insiden.

"KAI akan bertanggung jawab untuk korban," tegas Franoto.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih berupaya melakukan evakuasi agar jalur kereta api di lintas Bekasi dapat kembali dilalui secara normal.

Load More