/
Selasa, 14 Maret 2023 | 15:36 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyoroti ancaman pembunuhan yang diterima oleh band Radja usai manggung di Malaysia. Perlu ada travel warning kata dia untuk para seniman. (Foto: Dok DPR RI)

SuaraPekanbaru.id- Ancaman pembunuhan yang didapatkan oleh para personel band Radja usai menggelar konser di Johor, Malaysia membuat mereka trauma.

Mereka trauma dengan konser yang mereka gelar di negara tetangga itu. Mereka mendapatkan hal yang kurang menyenangkan. Hal itu dialami oleh Ian Kasela dan kawan-kawan.

Ancaman pembunuhan terhadap mereka, mendapatkan perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendy.

Dede Yusuf meminta supaya pemerintah setempat mau mengusut dugaan praktik kekerasan yang menimpa para personel band Radja.

"Saya minta kasus ini diusut dan diberikan teguran keras kepada pemerintah negara (Johor Baru)," ucap Dede Yusuf saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/3/2023).

Dede Yusuf Macan Effendi juga menyarankan supaya bisa diterbitkan peringatan bagi para seniman, yang akan pergi atau manggung ke Malaysia.

"Atau kalau perlu kasih travel warning untuk entertainer manggung di Malaysia," kata Dede Yusuf.

Kejadian kurang enak dialami oleh Radja ketika mereka beres mengisi acara di Stadion Indoor Larkin Arena, Sabtu (11/3) kemarin.

Ian Kasela sebagai vokalis mengungkapkan, sempat terjadi kesalahpahaman antara pihak Radja dan pihak penyelenggara acara.

Baca Juga: Ian Kasela Beberkan Kronologi saat Radja Dapat Ancaman Pembunuhan,Didatangi 20 Pria dan Disuruh Duduk di Lantai

"Mereka hanya mengatakan, bahwa kami tidak menghargai mereka yang mengundang gara-gara menolak berfoto dan bertemu penggemar," terang Ian Kasela.

Tidak ada waktu yang diberikan kepada band Radja untuk memberikan pembelaan. Kemudian mereka dibawa ke sebuah ruangan. Sejumalh orang dengan badan besar kemudian masuk dan memberikan ancaman kepada mereka.

Vokalis band Radja, Ia Kasela menceritakan detik-detik terjadinya ancaman pembunuhan yang mereka dapatkan usai manggung di Johor, Malaysia. (sumber: Foto: Suara.com - Adiyoga Priyambodo)

"Sambil menunjuk-nunjuk muka kami dan mengeluarkan kata-kata kasar, sambil membentak serta mengancam akan membunuh kami jika kembali lagi ke Malaysia," ungkap Ian Kasela.

Kemudian usai kejadian tersebut, ada dua orang yang diduga sebagai pelaku dibebaskan, setelah memenuhi undangan pemeriksaan.

"Pagi tadi kami dapat informasi bahwa dua orang pelaku pengancaman pembunuhan yang kemarin di Johor, itu sudah diperiksa. Tapi setelah pemeriksaan, dia dilepas," terang Ian Kasela di Bareskrim Polri, Senin (13/3) kemarin.

Kedua pelaku tidak ditahan karena mereka bersedia untuk membayar uang jaminan dan tidak mengulangi tindak kejahatan serupa.

Load More