SuaraPekanbaru.id- Desakan Indonesia Corruption Watch (ICW) kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata dijawab olehnya.
Alexander memberikan respon kepada terkait dengan pernyataan dari ICW, yang turut mendesak kepadanya, untuk segera memberikan pernyataan terkait dengan potensi benturan kepentingan di dalam penyelidikan kasus Rafael Alun Trisambodo.
Seperti yang diketahui kalau KPK kini sedang menyoroti dugaan kejanggalan harta kekayaan dari mantan pejabat pajak Kementerian Keuangan bernama Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy yang kini terjerat kasus penganiayaan David Ozora.
ICW mendesak hal itu karena, Rafael Alun dan juga Alexander saling kenal dan merupakan satu lulusan yang sama dari STAN. Mereka juga disebutkan sebagai rekan satu angkatan.
"Enggak ada benturan kepentingan, saya tidak ada hubungan bisnis dengan yang bersangkutan ," ucap Alex, Kamis (16/3/2023).
Dirinya mengenal baik sosok Rafael Alun Trisambodo. Hal itu disampaikan dalam rapat internal yang dilakukan KPK terkait dengan kasus ayah Mario Dandy.
"Dalam rapat membahas perkara RAT pun sudah saya sampaikan. Kalau saya kenal baik dengan yang bersangkutan. Sebelum perkara RAT ada tiga orang teman angkatan saya, yang diproses di KPK di era kepemimpinan sebelumnya," ungkap Alex.
Alexander memastikan secara tegas terkait dengan proses hukum soal dugaan janggalnya harta kekayaan yang dimiliki oleh Rafael Alun, akan terus berjalan secara profesional.
Alexander juga mengklaim kalau pimpinan KPK, tidak akan memberikan intervensi terkait dengan perkara yang sedang membuat Rafael Alun Pusing tujuh keliling.
"Penyelidik atau penyidik KPK profesional, pimpinan tidak akan intervensi," kata dia tegas.
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana sebelumnya mengatakan, kalau Rafael Alun dan Alexander adalah rekan satu angakatan dan lulusan dari STAN.
"Merujuk pada sejumlah informasi, salah satu Pimpinan KPK, Alexander Marwata diduga lulus dari pendidikan STAN, pada tahun yang sama dengan Rafael, tahun 1986," ucap Kurnia dalam keterangan, Rabu (15/3) kemarin.
Dari dasar tersebut, mereka menilai tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi konflik kepentingan dalam pengusutan perkara Rafael Alun Trisambodo.
"Bukan tidak mungkin relasi di antara keduanya dapat mempengaruhi pernyataan, atau keputusan yang akan dikeluarkan oleh Alex," kata Kurnia.
Maka dari itu, ICW mendesak kepada Alexander agar mendeklarasikan terkait dengan potensi benturan kepentingannya.
"Alexander harus secara terbuka mendeklarasikan potensi benturan kepentingannya kepada Pimpinan KPK lain dan Dewan Pengawas sebagaimana disebutkan dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a PerKom 5/2019. Jika kemudian dinilai oleh Pimpinan KPK lain dan Dewan Pengawas potensi benturan kepentingan di atas faktual serta berdampak besar terhadap netralitas pekerjaan, maka Alexander harus dibatasi dalam pelaksanaan tugas, terutama di ranah penindakan," beber Kurnia. (*)
Tag
Berita Terkait
-
LPSK Tolak Pengajuan Perlindungan Agnes Garcia Kekasih Mario Dandy, Peran saat Rekonstruksi Terbongkar
-
Kata Sri Mulyani Soal Transaksi Janggal Rp300 Triliun, 964 Karyawan Diduga 'Bermain' 16 Pegawai Diusut Hukum
-
Terungkap Sudah Sosok APA Sebenarnya dan Alasan Kenapa Bisa Kenal Mario Dandy Anak Rafael Alun Trisambodo
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Cristiano Ronaldo Belum Pikirkan Pensiun, Fokus Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Mohabbatein: Film yang Mengajak Kita Crosscheck Realita Jaman Sekarang
-
Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan
-
Harga Pertamax Makin Mahal, Benarkah Mengisi BBM di Pagi Hari Lebih Untung?
-
Berburu Cuan Daerah, SF Hariyanto Minta Pemkot Pekanbaru Incar Galian C
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank
-
'Perang Senyap' Terhadap Rupiah, Operasi Destabilisasi Ekonomi di Balik Narasi '1998 Redux'
-
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
-
Pertamax Tembus Rp16 Ribu, JS Khairen Sindir Balik Cuitan Lawas Partai Gerindra
-
Ole Romeny Jadi Predator Ganas Timnas Indonesia, Cetak 6 Gol dari 10 Pertandingan