SuaraPekanbaru.id- Dalam waktu hitungan jam lagi bulan Ramadhan akan datang, bagi yang masih punya utang atau mengqadha puasa baiknya segera dilunasi.
Dalam sebuah ceramah Ustadz Abdul Somad dijelaskan tentang ketentuan mengganti utang puasa Ramadhan. Yang ditinggalkan atau tidak dikerjakan selama puluhan tahun.
Imbauan dari Ustadz Abdul Somad adalah hukumnya wajib untuk menjalankan qadha puasa Ramahdan, untuk seorang umat mulim. Karena bulan Ramadhan adalah bulan suci yang diperintah oleh Allah kepada semua umat muslim di dunia.
Hanya saja kalau ada uzur tertentu, yang tidak memungkinkan bagi umat muslim untuk mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, seperti haid, hamil, melahirkan, dan menyusui, termasuk bila seseorang mengalami sakit atau bahkan dalam safar ada baiknya untuk menyimak penjelasan Ustadz Abdul Somad.
Orang yang meninggalkan puasa di Ramadhan akibat faktor uzur-uzur syar'i itu, maka wajib hukumnya untk membayar. Tapia da juga yang secara sengaja tidak puasa, karena fasik atau sifat-sifat membangkang kepada Allah SWT.
Tentu saja jika hal itu dilakukan, segeralah bertaubat dan membayar utang puasanya.
Dijelaskan Ustadz Abdul Somad, terkait dengan ketentuan dalam membayar utang puasa dibeberkan olehnya.
"Selama 30 tahun itu satu tahun ada 30 hari dikalikan 30 tahun, maka 900 hari utang puasa yang wajib dibayar," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip dari kanal youtube Kun Ma Alloh, Selasa (21/3/2023).
Dalam kurun waktu sembilan tahun itu, maka kemungkinan terkait dengan utang puasa akan lunas jika dilakukan pada puasa Senin dan Kamis, atau dua hari dalam sepekan bagi mereka yang terbiasa melaksanakan puasa sunnah. Ada pahala puasa sunnah juga yang dihitung selain mengqadha puasa wajib.
Menurut ustadz asal Kota Pekanbaru ini juga menjelaskan, jika seseorang sudah memiliki niat untuk membayar utang puasa, tapi belum lunas karena telah meninggal dunia, menurutnya Allah akan memgamuni dosa tersebut.
Menurut pria yang akrab disapa UAS ini, karena orang tersebut sudah menanamkan niat yang baik untuk mengqadha puasa.
Dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad, bagi yang masih emmiliki utang puasa, maka disarankan untuk mengganti di 11 bulan selain bulan Ramadhan. Tapi kalau masih tersisa, maka seorang umat muslim harus mengqadha puasa sekaligus membayar denda.
Adapun ketentuan dalam membayar utang puasa Ramadhan, menurut Ustadz Abdul Somad bisa dilihat secara jelas dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 184.
Artinya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Review Jujur dari Buku Kisah Kota Kita: Merawat Kota, Merawat Rasa
-
Usul Pindah Gerbong: Mengapa Pernyataan Menteri PPPA Memicu Amarah Publik?
-
Menyembuhkan Rasa, Kerentanan dan Mimpi dalam Buku Puisi Pelesir Mimpi
-
Jelang Drawing Piala Asia 2027, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Potensi Bahaya dari Pot 4
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Jangan-jangan Ini Jawabannya
-
Hewan Kurban Pilih Jantan atau Betina? Ketahui yang Paling Utama Menurut Syariat
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?