SuaraPekanbaru.id- Sungguh tragis nasib dari Wali Kota Pematang Siantar, Sumataera Utara. Dia dimakzulkan DPRD Pematang Siantar.
Susanti Dewayani dimakzulkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematang Sianta, usai diputuskan pihak DPRD setempat, dalam rapat paripurna, yang digelar pada hari Senin (20/3) kemarin.
Sebanyak 27 anggota DPRD, setuju atas usulan terhadap pemberhentian Susanti, sebagai Wali Kota Pematang Siantar.
"Iya hak menyatakan pendapat DPRD paripurnanya, semalam sudah diputuskan, diusulkan untuk pemberhentian nanti akan diajukan pengujiannya ke Mahkamah Agung," terang anggota DPRD Pematang Siantar, Daud Simanjuntak dikuti dari suarasumut.id, Kamis (23/3/2023).
Daud mengatakan, dengan pemberhantian Susanti terkait dilantiknya 88 orang ASN sebagai pejabat yang ada di lingkungan Pemkot Siantar, dinilainya tak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Undang-undang nomor 16 serta undang-undang 10 tahun 2016, dia belum enam bulan setelah dilantik definitif menjadi Wali Kota dan tidak mendapat persetujuan tertulis dari menteri (Mendagri). Ada sembilan perundang-undangan yang dilanggarnya," ucap Daud.
Tak hanya itu saja, Susanti disebut juga melakukan pergantian pejabat ASN tanpa ada proses penilaian kinerja. Dia menduga terjadi pemalsuan dokumen di dalam proses itu.
"Dugaan (pemalsuan dokumen) ke arah sana ada, setelah diselidiki melalui panitia angket kita temukan ada dugaan pemalsuan dokumen, baik berita acara pergantian pejabat itu dengan BKN pusat," bebernya.
"Maupun dalam proses pergantian itu yang dalam hal ini mulai dari undangan tim penilai kinerja. Berita acara tim penilai kinerja itu dokumennya yang kita lihat dan (dugaan) ada pemalsuannya," sambungnya.
Maka dari itu atas temuan dugaan pelanggaran tersebut, pihak dari DPRD Kota Pematang Siantar akan berencana membuat laporan dugaan pemalsuan dokumen ke Polisi.
Ketika Susanti menjabat sebagai Wali Kota Pematang Siantar secara definitive sejak pertama dilantik pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2022, dia seolah-olah tak memerlukan DPRD.
"Dalam tatanan narasi dia mengatakan sinergitas dengan DPRD. Tapi dalam pelaksanaan jauh panggang dari api. Dia lupa bahwa pemerintahan daerah itu pemerintahan kota dan DPRD Kota Pematang Siantar, dia merasa tidak memerlukan DPRD," begitu kata Daud.
Yang sangat disesalkan kata Daud, kalau Susanti tidak merangkul dari partai pengusungnya. Tidak pernah ada terlihat niat baik dari Suanti untuk melakukan itu.
"Yang sangat kita sesalkan dari seorang Wali Kota yang definitif, setelah dia jadi wakil wali kota dilantik jadi Wali kota hingga saat ini tidak ada niat baiknya untuk merangkul partai-partai pengusungnya," jelasnya.
"Untuk segera berembuk mengusulkan dua orang calon wakil wali kota. Dia ingin sendiri berkuasa, merasa hanya dia pemilik kota ini," bebernya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Irish Bella Kenapa Belum Jenguk Ammar Zoni di Balik Jeruji Polres Jaksel Pasca Diciduk Kasus Narkoba
-
Ingkari Janji Sendiri Dulu Ammar Zoni Bilang Tak Mau Sentuh dan Pakai Narkoba Lagi, Sekarang Keciduk 2 Kali
-
Diluar Ekspektasi, Pria Asal Lombok Menyapa Anak Belasan Tahun Berujung Berurusan Sama Polisi
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG