SUARA PEKANBARU – Tak terasa sudah setengah bulan kita mengarungi bulan puasa Ramadhan. Karena itu, dr. Zaidul Akbar mengajak kita berpikir dan merenung.
Kata dr. Zaidul Akbar, apa yang sudah kita lakukan dalam sengetah bulan Ramadhan ini?
Ramadhan yang disebut dr. Zaidul Akbar sebagai tamu agung tentu membawa pesan khusus untuk kita sebagai umat Allah.
Karena itu, kita perlu berpikir, apa yang sesungguhnya Allah inginkan dengan mengirim tamu agung ini?
Kita tahu Allah ingin mengampuni kita dengan hadirnya tamu agung ini. Allah ingin memaafkan kita dengan kehadirannya.
Dengan mengutus tamu agung itu, Allah ingin membersihkan penyakit hati kita seperti penyakit buruk sangka, penyakit pelit, penyakit kebencian, penyakit dendam dan lainnya.
Dalam setengah bulan Ramadhan ini, adakah peningkatan sholat-sholat sunnah, sedekah, kebaikan?
“Merenunglah lebih dalam lagi, adakah rasa yang Allah masukan dalam tiap ibadah tersebut sehingga hati bergetar?” kata dr. Zaidul Akbar.
Lebih dalam lagi, dr. Zaidul Akbar mengajak kita instrospeksi, adakah kerinduan panggilan sholat itu lebih dirindukan daripada mendapatkan uang dari hasil usaha?
Baca Juga: Bikin Rampus Saat Buka Puasa dan Sahur, Ini Resep Ayam Goreng Madu Mentega
Adakah penyakit-penyakit hati itu mulai hilang lalu yang ada dalam diri hanyalah baik sangka kepada-Nya, kedermawan yang makin meningkat sehingga airmata mudah menetes karena-Nya?
Merenunglah lebih dalam lagi, apakah diri ini termasuk hamba yang dihapuskan namanya dari daftar api neraka?
Apakah Allah terima amal ibadah yang dikerjakan sehingga kita semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah?
“Dalam perenungan itu, barulah kita sadar apa yang Allah kehendaki dengan dihadirkan-Nya tamu agung ini,” ujarnya.
“Tiba tiba Allah palingkan pandanganmu ke orang berjualan kue kue lebaran, lalu engkau sadar dan meneteskan airmata bahwa itu tanda sang tamu akan meninggalkanmu,” ujarnya lagi.
Namun, katanya, di situ ada sepercik kebahagiaan, masih ada waktu agar tamu agung itu memberi pesan-pesan keimanannya kepada kita.
Jangan sampai ia pergi tanpa memberi pesan iman dan takwanya bagi kita karena itulah serugi-ruginya manusia pada bulan Ramadhan.
Bisa jadi ketika engkau menangis saat mengumandangkan takbir, itulah tanda perpisahan terakhir yang diberikan sang tamu agung itu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Eks Bos Pertamina Riva Siahaan Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Pesta Gol 5-0 Persib Bandung Atas Madura United Jadi Modal Berharga Beckham Putra Tatap Gelar Juara
-
Kelebihan Mesin Mitsubishi Pajero Sport yang Tetap Kompetitif di Segmen SUV Ladder Frame
-
Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Timur, Solusi Aman untuk THR-an
-
Terpopuler: 5 Pilihan Merek HP Awet, Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Agar Indonesia Maju dari Kekayaan Biodiversitas, Kepala BPOM: Kolaborasi Riset dan Dunia Usaha