Entertainment / Gosip
Senin, 01 Juni 2026 | 11:00 WIB
Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf bertemu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada 31 Mei 2026 untuk melakukan koordinasi dinas.
  • Pertemuan tersebut secara khusus membahas program pemantapan pendidikan bagi lebih dari 45 ribu anak sekolah rakyat.
  • Unggahan video pertemuan itu memicu kritik warganet yang mempertanyakan tata laksana birokrasi terkait alur pelaporan kinerja menteri.

Suara.com - Unggahan resmi akun Instagram milik Kementerian Sosial mendadak riuh. Ini karena unggahan pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Melalui rekaman video singkat yang beredar luas di media sosial, terlihat momen koordinasi dinas tersebut diawali oleh permintaan maaf dari Seskab Teddy karena datang sedikit terlambat.

"Maaf, maaf pak saya terlambat," kata Teddy Indra Wijaya dalam video di akun Kementerian Sosial pada Minggu, 31 Mei 2026.

Mendengar permohonan maaf itu, Gus Ipul menyambutnya secara ramah tanpa mempermasalahkan keterlambatan tersebut.

"Oh nggak apa," jawab sang menteri.

Mantan ajudan presiden yang kini menjabat sebagai Seskab itu pun kembali mengutarakan rasa sungkan karena merasa telah menyita waktu sang menteri.

"Maaf ganggu-ganggu," tutur Teddy Indra Wijaya.

Gus Ipul dengan cepat menepis anggapan tersebut dan menjelaskan bahwa kedatangannya memang didasari oleh keperluan pribadinya selaku menteri yang membutuhkan koordinasi.

"Oh ya nggak lah, saya yang butuh," kata Mensos.

Baca Juga: Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran

Pertemuan formal antarpejabat negara ini sedianya bermaksud untuk membahas program pemantapan sekolah rakyat.

"Dalam pembahasan tersebut dibahas pemantapan sekolah rakyat, target pendidikan kepada lebih dari 45 ribu anak," tulis sang admin.

Sayangnya, esensi rapat dinas tersebut justru tergeser oleh kritik tajam warganet yang mempertanyakan tata laksana birokrasi pemerintahan saat ini.

"Kok bisa birokrasinya macam begini, kok ndak menghadap ke presiden untuk menyampaikan laporan dan berdiskusi secara langsung, emang seskab boleh ambil keputusan?" Kata @micksmarzuqs.

Ungkapan rasa heran serupa juga turut membanjiri kolom komentar dari kalangan warganet lain yang mempertanyakan jalur pelaporan kinerja para menteri kabinet.

"Menteri laporan kinerja ke Seksab?" timpal @julhakim009

"Astaga!! Ini menteri loh malah lapor eselon 2! Teddy udah kayak pimpinan aja jadinya, salah kaprah gini! Kenapa lapornya ke seskab? Ment3ri lapor ke atasannya, yaitu presiden!!" sahut @madeikaha.

Load More