SUARA PEKANBARU- Menjelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah keberadaan gembel dan pengemis atau gepeng makin menjamur di kota Pekanbaru.
Setiap tahun, menjadi pemandangan yang selalu hadir di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Tak sedikit mereka bertebaran di bebragai sudut Kota Pekanbaru, ketika menjelang lebaran tiba.
Bahkan banyak mereka yang bertebaran di jalan-jalan menjadi gepeng adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Banyak dari mereka yang mengemis meminta uang, menjual tisu, hingga ngamen. Bahkan fenomena menjadi badut jalan pun semakin ramai.
"Jelang lebaran ini sudah musim. Semakin dekat lebaran, biasanya semakin banyak yang datang. Ada dua kali lipat jumlah gepeng memasuki lebaran," terang Kepala Dinas Sosial Pekanbaru, Idrus, Selasa (11/4/2023) dikutip dari Riauonline.co.id jaringan Suara.com.
Idrus menyampaikan, kalau tim gabungan setiap hari turun ke jalan untuk melakukan penertiban para gepeng yang mangkal di jalan raya dan lampu merah.
Para petugas yang berasal dari Dinsos, Satpol PP dan Dishub turut menyasar sejumlah lokasi, yang selalu dijadikan tempat perkumpulan para gepeng.
"Memang selama ini kita tetap turun. Tapi hasilnya tidak maksimal. Tapi kali ini Alhamdulillah, kita turun bersama maka hasilnya maksimal. Ada puluhan yang kita jaring dan dibawa ke Kantor Satpol PP," terangnya.
Tim yang tergabung untuk mentertibkan para gepeng, berencana akan melakukan Razia setiap hari.
Baca Juga: Keren! Demi Aturan Ramadhan Pemko Pekanbaru, Camat Kulim Gelar Operasi Persuasif
Mereka akan membentuk sebanyak empat tim yang akan diterjunkan ke lapangan, terdiri terdiri dari 10 petugas yang akan tersebar di berbagai titik.
"Maka kami tak henti (merazia) bersama tim gabungan. Kalau perlu pagi, sore dan setiap magrib,” terangnya.
Kata dia petugas dan gepeng masih slealu main kucing-kucingan. Ketika tim patroli Razia turun, maka sudah pasti para gepeng di lapangan lenyap seketika.
“Mereka karena masih kucing-kucingan juga, saat kita razia mereka menghilang, saat kita pergi mereka muncul lagi," begitu katanya.
Para gepeng yang terkena razaia maka akan dimasukan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), untuk mendapatkan bantuan-bantuan sosial dari Pemerintah.
"Kita juga carikan solusi bagi mereka yang benar-benar miskin, akan disalurkan bantuan. Kalau belum terdata di DTKS, akan didata agar mendapat bantuan dari pemerintah pusat," terangnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Lebaran di Jakarta Anti-Boring! Ini 5 Tempat Wisata Favorit di Ibu Kota
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
4 Rekomendasi Proyektor Home Theater Terbaik 2026: Bikin Nonton di Rumah Serasa di Bioskop
-
Dituding Tak Loyal ke Pemerintah, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Review The Darkest Minds: Anak Berkekuatan Super yang Diburu Pemerintah
-
Adab Bertamu saat Lebaran: Tetap Sopan dan Berkesan Tanpa Merepotkan Tuan Rumah
-
Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen