/
Selasa, 11 April 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi razia gepeng dan badut jalanan. Kota Pekanbaru jelang lebaran membuat para gepeng menyebar di berbagai titik sudut kota, sehingga tim petugas harus berbuata sesuatu untuk mentertibkan. (Foto: Suara Malang - Adi Faizin)

SUARA PEKANBARU- Menjelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah keberadaan gembel dan pengemis atau gepeng makin menjamur di kota Pekanbaru.

Setiap tahun, menjadi pemandangan yang selalu hadir di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Tak sedikit mereka bertebaran di bebragai sudut Kota Pekanbaru, ketika menjelang lebaran tiba.

Bahkan banyak mereka yang bertebaran di jalan-jalan menjadi gepeng adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Banyak dari mereka yang mengemis meminta uang, menjual tisu, hingga ngamen. Bahkan fenomena menjadi badut jalan pun semakin ramai.

"Jelang lebaran ini sudah musim. Semakin dekat lebaran, biasanya semakin banyak yang datang. Ada dua kali lipat jumlah gepeng memasuki lebaran," terang Kepala Dinas Sosial Pekanbaru, Idrus, Selasa (11/4/2023) dikutip dari Riauonline.co.id jaringan Suara.com.

Idrus menyampaikan, kalau tim gabungan setiap hari turun ke jalan untuk melakukan penertiban para gepeng yang mangkal di jalan raya dan lampu merah.

Para petugas yang berasal dari Dinsos, Satpol PP dan Dishub turut menyasar sejumlah lokasi, yang selalu dijadikan tempat perkumpulan para gepeng.

"Memang selama ini kita tetap turun. Tapi hasilnya tidak maksimal. Tapi kali ini Alhamdulillah, kita turun bersama maka hasilnya maksimal. Ada puluhan yang kita jaring dan dibawa ke Kantor Satpol PP," terangnya.

Tim yang tergabung untuk mentertibkan para gepeng, berencana akan melakukan Razia setiap hari.

Baca Juga: Keren! Demi Aturan Ramadhan Pemko Pekanbaru, Camat Kulim Gelar Operasi Persuasif

Mereka akan membentuk sebanyak empat tim yang akan diterjunkan ke lapangan, terdiri terdiri dari 10 petugas yang akan tersebar di berbagai titik.

"Maka kami tak henti (merazia) bersama tim gabungan. Kalau perlu pagi, sore dan setiap magrib,” terangnya.

Kata dia petugas dan gepeng masih slealu main kucing-kucingan. Ketika tim patroli Razia turun, maka sudah pasti para gepeng di lapangan lenyap seketika.

“Mereka karena masih kucing-kucingan juga, saat kita razia mereka menghilang, saat kita pergi mereka muncul lagi," begitu katanya.

Para gepeng yang terkena razaia maka akan dimasukan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), untuk mendapatkan bantuan-bantuan sosial dari Pemerintah.

"Kita juga carikan solusi bagi mereka yang benar-benar miskin, akan disalurkan bantuan. Kalau belum terdata di DTKS, akan didata agar mendapat bantuan dari pemerintah pusat," terangnya. (*)

Load More