SUARA PEKANBARU- Kebijakan dair Pemerintah Kota Pekanbaru yang mengalihkan pembelian mobil listrik ke pebaikan infrastruktur dinilai tidak relevan.
Pendapat tersebut dkemukakan oleh Anggota DPRD Riau, Dapil Kota Pekanbaru yakni Ade Hartati Rahmat.
"Pemko berusaha memaksimalkan perbaikan ruas jalan, dari menunda kebijakan pengadaan mobil listrik? Saya pikir kebijakan tersebut juga, tidak akan banyak dampaknya bagi program dan kegiatan perbaikan ruas jalan di Kota Pekanbaru," terang Ade seperti dikutip dari Riauonline.co.id, Selasa (11/4/2023).
Ade mengatakan ada baiknya kalau Pemko Pekanbaru memprioritaskan perbaikan terhadap infrastruktur dasar dahulu. Baik dari ruas jalan poros, jalan lingkungan padat penduduk, sampai dengan normalisasi parit, untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya banjir.
"Pertanyaannya apakah anggaran perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru ini sudah diakomodir maksimal di APBD Pekanbaru?” kata dia.
Ade mengatakan kalau dirinya begitu pesimis karena mengingat kepada sumber pendapatkan asli dari Kota Pekanbaru.
"Saya kok pesimis ya mengingat sumber pendapatan asli daerah Kota Pekanbaru, terutama dari retribusi dan pajak, tidak masuk ke PAD secara maksimal. Seperti adanya kebijakan menggunakan pihak ketiga, yang justru merugikan kota," terangnya membeberkan.
Ade juga turut menilai kalau kebijakan dari Pemko Pekanbaru, hanya sebatas untuk menarik warga. Ade mengatakan kalau persoalan di Kota Pekanbaru dinilai sudah menjadi Gurita.
"Pemko jangan hanya bermain di kebijakan-kebijakan populis saja. Persoalan di kota ini menggurita. Dari persoalan infrastruktur, sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Akan berbeda jika kebijakan yang diambil adalah, merubah regulasi terkait retribusi dan pajak sebagai sumber pendapatan asli daerah. Hal ini mungkin sangat relevan, yang seharusnya dilakukan," kata Ade.
Baca Juga: 30 Ucapan Idul Fitri 2023 untuk Hampers Lebaran, Bingkisan Semakin Berkesan
Meski Pemko Pekanbaru sudah mengambil keputusan tersebut, Ade menghargai soal kebijakan yang diambil mereka dalam menunda pembelian mobil listrik. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Infinix HOT 70 Meluncur di Indonesia, Andalkan Helio G100 Ultimate dan Desain Dynamic Shine Unik
-
4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 31 Mei 2026, Akhir Bulan Hidup Makin Tenang
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar