SUARA PEKANBARU - Lailatul Qadar turun disambut puluhan ribu malaikat, kata Ustad Adi Hidayat sangat beruntung bisa jadi selebritis langit
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mendengar suara langit bergemuruh tiba-tiba.
Kemudian para sahabat bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian Rasul mengatakan langit itu sedang bergembur karena ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Malaikat diperintah untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tidakkah kalian tahu Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, hanya malaikat yang ruku dan sujud dan bertasbih sampai kiamat dibangkitkan.
Saat peristiwa Lailatul Qadar malaikat memenuhi langit. Bahkan ketika Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai di Baitul Makmur, melihat 70.000 malaikat setiap harinya tawaf di Baitul Makmur.
Kemudian keesokan harinya masuk lagi 70.000 malaikat melakukan tawaf. Kemudian keluar, dan tidak pernah kembali.
Begitulah setiap harinya. Anda bisa bayangkan berapa jumlah malaikat yang ada di langit.
Di malam Lailatul Qadar, malaikat-malaikat sebanyak itu turun dari langit ke bumi membuat bumi sempit.
Di bumi berdesak-desakan dan tidak ada ruang kosong kecuali hanya ada malaikat.
"Ada yang turun di lautan. Ada yang turun di hutan. Ada yang turun di jalan-jalan. Ada yang turun di lapangan. Ada yang turun di desa, di kota semua tempat di bumi, diinjak malaikat," ucap UAH.
Dalam sebuah riwayat, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengatakan jumlah malaikat yang turun ke bumi di malam Lailatul Qadar, tidak sebanyak dibandingkan jumlah kerikil yang ada di permukaan bumi.
"Makanya malam itu disebut malam sempit ini penafsiran pertama. Kemudian yang kedua disebut Lailatul Qadri itu artinya kemuliaan," kata dia.
Di saat seorang muslim mendapat malam Lailtul Qadar makan dijelaskan, Allah akan memuliakan orang tersebut di langit dan di bumi.
Allah dan seluruh malaikat akan menjadikan orang tersebut menjadi selebritis alias pilihan untuk dimuliakan.
"Beruntunglah kita menjadi selebritis langit. Daripada selebritis bumi, lebih baik kita akan dikenal di langit daripada dikenal di bumi," ucapnya.
Berita Terkait
-
Tak Sadar Air Mata Menetes, Ternyata Ini Penjelasan Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar
-
Khusus Warung Sepi, Bacakan Surat Pendek dari Ustadz Abdul Somad, AMPUH! Doa Memanggil Pembeli dari Segala Penjuru, Sudah Terbukti
-
Benarkah Malam Lailatul Qadar Datang di Malam Ganjil Ramadhan, Buya Yahya: Merusak Ibadah Orang Itu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi