/
Jum'at, 14 April 2023 | 17:41 WIB
Tangkapan layar video Ustaz Adi Hidayat soal wudhu di toilet. [Youtube Adi Hidayat Official] (Youtube Adi Hidayat Official)

SUARA PEKANBARU - Komedian Bedu menyampaikan pertanyaan mengapa masih banyak orang yang malas beribadah di bulan Ramadhan, meski setan telah terbelenggu.

Dalam kajian Ustadz Adi Hidayat, mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan saat Ramadhan tiba, pintu-pintu Surga terbuka lebar.

Sedangkan pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci rapat, serta setan-setan terbelenggu, sebagaimana dikutip dari akun TikTok, Loadsatriawan Hijrah.

"Orang menyimpulkan surga dibuka, neraka ditutup, setan dibelenggu, kok bisa Ramadhan setannya diikat, tapi masih ada orang yang berperilaku seperti tergoda oleh setan. Maka bagaimana memahaminya?," ucap Ustad Adi Hidayat.

Pernyataan tersebut sebenarnya adalah kalimat kiasan. Ustadz Adi Hidayat menerangkan, pintu Surga dibuka karena saat Ramadhan, banyak orang yang berlomba berbuat kebaikan.

"Yang biasanya cuma sholat fardhu, sekarang juga sholat sunnah. Yang biasa baca koran, jadi baca Alquran," kata Adi Hidayat.

"Bahkan, kalau buka kitab shiyam Al Bukhari, itu pahala dilipatgandakan 10 kali lipat dari hari biasa," tambahnya.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, karena tabungan pahala manusia meningkat, berarti peluang masuk Surga menjadi lebih besar.

Maka, terbukalah pintu-pintu Surga, lalu neraka tertutup karena banyak orang bertaubat di bulan suci ini.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Gerhana Matahari Hibrida Segera Nampak di Indonesia, Catat Tanggalnya

"Ya Allah saya taubat, ampuni saya. Maksiat ditinggalkan karena seakan-akan ketika maksiat ditinggalkan, neraka tertutup," katanya.

"Nah, kalau orang sudah nggak mau maksiat, dan banyak beribadah, setan nggak punya peluang, mau menggoda (manusia) susah," tambahnya.

"(Kata setan) 'jangan shalat, jangan sholat, jangan shalat'. Ah saya mau sholat, kamu siapa? Nggak akan digubris, karena itu setan seakan terikat," kata Ustadz Adi Hidayat.

Namun, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, jika bulan suci seseorang tidak mau meningkatkan amal saleh, dan tetap berbuat maksiat, maka akan mudah pula bagi setan menggodanya.

"Jadi, setan terikat itu bukan dalam pengertian diikat hakiki, kata para ulama hadits. Tapi karena banyak orang berbuat amal saleh, dan taubat dari maksiat," ucap Ustadz Adi Hidayat. (*)

Load More