SUARA PEKANBARU - Bolehkah mendoakan buruk saat sholat untuk orang lain? Nabi Muhammad pernah mencontohkan, Ustadz Adi Hidayat debut doa qunut sejak itu berbuah.
Nabi Muhammad dalam satu riwayat pernah marah dan murka. Bahkan Nabi Muhammad disebutkan saat itu sampai mendoakan buruk pada seseorang dan kelompoknya.
Kemarahan dan kemurkaan Nabi Muhammad berawal dari pembantaian 70 sahabat ahli ilmu saat perjalanan ke satu desa yang warganya semua baru masuk Islam.
Kemudian, dalam kacamata sejarah, doa qunut ini ternyata merupakan reaksi Nabi Muhammad atas pembunuhan keji pada orang-orang terbaiknya.
Nabi Muhammad yang marah dan murka sampai meminta turun laknat Allah untuk para pelaku pembantaian.
Semua berawal saat Nabi Muhammad mengutus 70 sahabat ke satu desa yang warganya baru memeluk Islam.
Kemudian datang beberapa orang, meminta Nabi Muhammad mau memberikan tenaga pengajar agama.
Nabi Muhammad lantas mengamini, dan langsung mengutus 70 orang. Diceritakan Ustadz Adi Hidayat, 70 sahabat hafizh Qur'an menyatakan siap.
Mereka lantas, namun saat di tengah perjalanan ketika sampai di Bir Ma’unah, mereka malah dibantai.
Baca Juga: Segera Jauhi, Ini 3 Macam Zina yang Dibenci Allah
"Nabi Muhammad (Rasul) marah. Nabi Muhammad langsung mendoakan kecelakaan atas orang-orang yang telah membunuh para sahabat," ujar Adi dikutip dari akun YouTube Ceramah Pendek, Kamis (19/4/2023).
"Setiap salat, beliau (Nabi Muhammad) mendoakan kecelakaan dan meminta laknat pada Allah atas mereka bahkan menyebut langsung nama tokoh dan kabilah yang memimpin pembantaian," kata UAH.
Dalam beberapa riwayat, UAH mengatakan Nabi Muhammad melakukan doa qunut saat ruku’.
Namun UAH juga menjelaskan sebagian riwayat lain yang menyebutkan Nabi Muhammad berdoa saat bangkit dari ruku’ (i’tidal).
UAH lantas menjelaskan lalu turunlah Surat Ali Imran 128-129. Dalam kandungan ayat tersebut Allah melarang Rasulullah mendoakan kejelekan pada siapapun.
Rasulullah dijelaskan UAH berbeda dengan nabi-nabi terdahulu yang umatnya diazab saat menentang dakwah.
Berita Terkait
-
Segera Jauhi, Ini 3 Macam Zina yang Dibenci Allah
-
Dahsyat! Pasukan Kuning PUPR Pekanbaru Tetap Rutin Bersihkan Drainase Selama Ramadhan
-
Jangan Parkir Sembarangan, Jelang Lebaran Dishub Kota Pekanbaru Perketat Pengawasan Kendaraan
-
Ingat Mulai Pekan Ini Sopir Truk Besar Dilarang Masuk ke Jalan Kota Pekanbaru, Petugas Mulai Lakukan Penindakan
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Update Harga HP POCO Mei 2026 dari Paling Murah hingga Flagship Terbaru
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Putar Lagu Anak Indonesia Saat Live, Cardi B Ngaku Anaknya Ketagihan Pok Ame Ame
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
-
Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
-
NGORBIT: Yusuf Mahardika & Zulfa Maharani Ungkap Sisi Emosional di Balik Layar Crocodile Tears
-
Skincare Rp50 Ribuan Ini Diam-Diam Dipakai Banyak Orang, Hasilnya Disebut Mirip Brand Jutaan
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem