/
Jum'at, 28 April 2023 | 11:05 WIB
Petugas dari KPK menunjukan sejumlah tas bermerk yang disita dalam kasus dugaan korupsi. Dalam satu kajian, UAH menjelaskan salat yang salah maka tidak akan berdampak pada perilaku umat. (Suara.com/Dea)

SUARA PEKANBARU - Pantas Indonesia dipenuhi zina, hoaks, korupsi, pembunuhan, LGBT, Ustaz Adi Hidayat bongkar sumber utama yang nyata adanya.

Indonesia dinyatakan sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia. Namun demikian, keberkahan sebagai negara Muslim seperti sangat jauh menaungi negara ini.

Dalam satu kajian, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan satu masalah yang nyata adanya tentang bagaimana umat Islam menunaikan sholat (salat-KBBI).

Berikut adalah petikan kajian dari Ustaz Adi Hidayat yang diunggah dalam video Youtube Adi Hidayat Official berjudul Heboh Shalat Bercampur Shaf Lelaki dan Perempuan, Bagaimana Hukumnya?! diunggah pada Jumat (28/4/2024).

Bismillahirohmanirohim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Beberapa hari ini, ada permintaan dari sebagian teman-teman untuk bisa memberikan pandangan tentang satu persoalan yang sedang banyak dibincangkan beberapa hari ini.

Persoalan tersebut adalah terkait dengan pelaksanaan salat berjamaah yang di dalamnya terdapat susunan shaf yang bercampur antara laki-laki dan perempuan dalam satu shaf yang sama. 

Adi Hidayat kemudian menjelaskan tentang pandangan Alquran dan juga sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pada penjelasan tersebut, diuraikan terkait persoalan dimaksud yang tentunya dijelaskan dengan terperinci oleh para ulama-ulama bersanad, sehingga sampai kepada kita tentang ketetapan hukum tersebut. 

Baca Juga: Kata Buya Yahya Suami Istri Harus Tahu Haram saat Minta Lakukan Hal Aneh-Aneh Dalam Berhubungan Intim

"Sebelum kita membahas pada inti persoalan, kita akan mencoba memberikan satu pengingat yang kuat terlebih dahulu," kata Adi Hidayat.

Dijelaskan, salat ditetapkan dalam syariat Islam sebagai ibadah yang paling pokok, paling penting, dan paling menentukan bagi setiap muslim. 

Salat ditetapkan sebagai ibadah yang paling pokok, karena ia mengikat kepada setiap insan beriman yang telah baligh.

"Yang dengan itu semua, terikat ia (salat) untuk menunaikannya sebagai kewajiban yang mengkoneksikan dirinya sebagai hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 5 kali dalam sehari setiap pergantian Waktu," jelas Adi Hidayat. 

Karena itulah disebut dengan salat secara fiqih kebahasaan, dia bermakna doa. Tapi, secara akar bahasa, salat juga memiliki akar yang serupa, yaitu sesuatu yang tersambung, terkoneksi. 

Karena itu ketika seseorang menunaikan salat, maka sejatinya ia sedang mengkoneksikan dirinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Load More