/
Kamis, 04 Mei 2023 | 07:48 WIB
Ade Armando resmi bergabung dengan PSI. Ade Armando minta PDIP jangan sombong. (Suara.com/Rakha)

SUARA PEKANBARU - Ada apa Ade Armando berseberangan dengan Jokowi? Minta PDIP jangan sombong, Ganjar Pranowo belum kuasai suara mayoritas.

Ada apa Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando kini berbeda pandangan dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Jokowi bersama bos partainya, Megawati telah satu suara mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024 mendatang.

Akan tetapi, apa yang dipilih Jokowi saat ini sepertinya tidak beriringan dengan pemikiran Ade Armando.

Bahkan blak-blakan dan lantang mengatakan PDIP yang jadi partainya Jokowi, jangan sombong.

Ade Armando juga bisa tentang potensi kekalahan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Politisi PSI ini meminta agar PDIP tidak sombong.

Dia mengatakan partai pimpinan Megawati jangan sombong setelah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

Kesombongan yang dikatakan Ade Aramando diperlihatkan PDIP, akan berdampak fatal lantaran berakibat pada kekalahan. "Saya merasa ada masalah serius dengan PDIP. Maaf ya tapi mereka itu sombong dan kesombongannya bisa berharga sangat mahal," ucapnya dikutip dari YouTube COKRO TV, Kamis (4/5/2023). 

Kader PSI itu kemudian meminta PDIP berhenti bersikap sombong karena merasa partai terbesar.

Baca Juga: Beredar Foto Buku Tabungan Mustopa si Penembak Kantor MUI, Sebelum Beraksi Ada Transfer Ratusan Juta, Muncul Dugaan Orang Bayaran

"Saya menyarankan PDIP mengerem kesombongannya. Sebagai partai terbesar PDIP perlu lebih rendah hati," katanya.

Meski merasa besar, akan tetapi PDIP kata dia masih jauh dari dukungan mayoritas saat ini.

"PDIP harus sadar meski punya dukungan tertinggi, tapi jauh dari mayoritas," sambungnya.

Hal sama dikatakan Ade Armando yang menyoroti elektabilitas Ganjar yang disebutnya tinggi dalam berbagai survei.

Namun ditegaskannya, jika Gubernur Jawa Tengah itu belum memperoleh dukungan mayoritas.

"PDIP harus sadar, Ganjar Pranowo memperoleh suara terbesar berdasarkan survei-survei nasional itu juga masih jauh dari suara mayoritas," bebernya.

Load More