/
Selasa, 23 Mei 2023 | 14:17 WIB
Ketua Umum DPP Partai Geindra Prabowo Subianto memberikan respons ihwal banyak pihak yang berebut kursi calon wakil presiden untuk mendampingi dirinya. (Suara.com/Novian)

SUARA PEKANBARU - Politisi Partai Gerindra menilai, bahwa Ganjar Pranowo tidak akan mau menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Oleh sebab itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan sia-sia bila bertemu dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (23/5/2023).

"Kan pertanyaanya Megawati sudah mengumumkan Ganjar ya, mana mungkin Ganjar mau jadi wakil Prabowo. Sementara, Prabowo sudah ditetapkan oleh partai sebagai calon presiden," kata Desmond.

Menurut Desmond, hanya akan membuang-buang waktu saja jika pertemuan tersebut dilakukan, tapi Ganjar atau PDIP menolak menjadi cawapres Prabowo.

"Ketemu untuk apa? kecuali Ganjar mau jadi wakilnya Pak Prabowo. Ah, itu ada semacam pertemuan, kalau nggak ada capek aja gitu loh," katanya.

Ia pun menegaskan, hanya akan menimbulkan persepsi lain jika pertemuan Prabowo dan Megawati dilakukan.

"Kalau menurut saya mau ngapain. Membuat orang berpikir lain, berpikir lain ya," kata Desmond.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan soal jadwal kapan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan para ketua-ketua umum partai politik lain.

Baca Juga: Dikepung Wartawan usai Diperiksa KPK soal LHKPN, Eks Pejabat Pemkot Jakut Selvy Mandagi: Aduh Saya Pusing Nih

Meski demikian, dikatakan Hasto, Megawati kerap memberikan kejutan-kejutan dalam langkah politiknya.

"Ya, nanti kita akan lihat. Kan ada element surprise di setiap kegiatan," ucap Hasto, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Saat disinggung soal kapan Megawati melakukan pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Hasto memastikan komunikasi masih terus dilakukan dengan baik.

Hasto mengatakan, semua memang perlu pertimbangan. Apalagi, jika komunikasi antar partai politik itu dibangun untuk masa depan bangsa. (*)

Load More