SUARA PEKANBARU - Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras.
Lembaha anti-rasuah tersebut, dikabarkan mengamankan sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan di kantor Kemensos, pada Selasa (24/5/2023).
Penggeledahan ini, dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri adalah bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020-2021.
"Selama proses penggeledahan, ditemukan, dan diamankan bukti-bukti, di antaranya berupa berbagai dokumen, dan bukti elektronik yang tentunya berkaitan dengan perkara," kata Ali Fikri, Rabu (25/5/2023).
Sejumlah barang bukti temuan atas dugaan kasus tersebut, kemudian akan dianalisis untuk selanjutnya dilakukan penyitaan.
"Segera dilakukan analisis, sekaligus penyitaan untuk melengkapi pemberkasan perkara (dugaan korupsi bansos beras)," katanya.
Sebagaimana diketahui, bawah KPK membuka penyidikan baru dugaan korupsi program penyaluran bansos beras untuk KPM PKH tahun 2020-2021 di Kemensos.
Nama mantan Direktur Utama Transjakarta, M. Kuncoro Wibowo diduga turut terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Di samping itu, KPK pun belum mengungkap sejumlah nama lainnya, yang ikut terlibat.
Baca Juga: Tanggapi Surat Ketua KPK, KPU Sebut Caleg Wajib Lapor LHKPN Sudah Diatur
Hanya saja, Ali Fikri menyebut dalam waktu dekat para tersangka dan kontruksinya perkara akan dibuka ke publik. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Promo Sepatu di Ramayana, Diskon Gila-gilaan Jelang Lebaran Spesial Potongan 50 Persen
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara