SUARA PEKANBARU - Pejabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Muflihun mengatakan, pihaknya akan menanyakan komitmen kontraktor untuk melakukan rekondisi jalan rusak.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta pihak kontraktor pekerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), di wilayahnya untuk segera memperbaiki ruas jalan rusak bekas galian proyek tersebut.
Mengingat, hingga sekarang ini masih banyak ruas jalan rusak yang belum kunjung diperbaiki akibat galian IPAL tersebut.
"Kita sudah tiga kali panggil pihak IPAL, mana jalan yang mau diaspal, berapa lama targetnya, berapa lama kontraknya," kata Muflihun, Kamis (25/5/2023).
"Kalau memang tak sanggup, ya bilang. Kita segera panggil lagi pihak IPAL. Kita hanya minta komitmen (mereka)," tambahnya.
Di dalam kontrak pekerjaan IPAL, yang dimulai sejak 2019 lalu. Pihak kontraktor harus kembali merekondisi jalan rusak akibat proyek yang mereka kerjakan di Ibu Kota Provinsi Riau ini.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak galian IPAL ini tersebar di Kecamatan Sukajadi, Senapelan, dan Pekanbaru Kota.
Bahkan, banyak masyarakat yang mengeluhkan dampak dari jalan rusak tersebut, yang hingga kini belum diperbaiki.
"IPAL ini dilematik, kita (Pemko Pekanbaru) mau aspal, dia (pekerjaan) belum selesai. Kita mau aspal, tapi di dalam kontraknya mereka yang mengaspal. Kita khawatir, nantinya ada overlap pekerjaan, akhirnya nanti jadi temuan," katanya.
Baca Juga: Valerie Laurencia, Selebgram yang Bikin Heboh dengan Konten Operasi Plastik
Di samping itu, Muflihun menerangkan dalam kontrak pekerjaan IPAL, pihak kontraktor bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan atas kerusakan jalan yang ditimbulkan.
Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru hanya bisa menunggu. Selain itu, pihaknya pun sudah beberapa kali bersurat ke pihak kontraktor untuk menanyakan kepastian rekondisi jalan.
Jika memang pihak kontraktor tak sanggup, kata Muflihun, maka Pemko akan mengambil alih untuk perbaikan jalan dengan lebih dahulu bersurat ke pemerintah pusat. (*/ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring